BANDUNG, infobdg.com — Perhiasan bukan cuma soal berlian, batu mulia, atau kemewahan. Di balik sebuah karya, ada cerita tentang siapa yang mengenakannya, perjalanan yang sudah dilalui, hingga jejak yang ingin ditinggalkan.
Semangat tersebut dibawa MONDIAL dalam intimate media session yang digelar di Plataran Bandung, Sabtu (26/9/2026). Dalam kesempatan ini, MONDIAL memperkenalkan lebih dekat koleksi terbarunya, MONDIAL Gala: The World She Reigns Upon, sekaligus merayakan perjalanan MONDIAL yang memasuki usia ke-47 tahun.
Lewat koleksi ini, MONDIAL mengajak para tamu melihat perhiasan dari sisi yang lebih personal. Sebanyak 70 karya high jewelry dihadirkan melalui tiga sub-koleksi utama, yaitu Her Bloom, Her Glow, dan Her Mark.

Ketiganya menggambarkan tiga fase dalam perjalanan seorang perempuan. Her Bloom bercerita tentang bagaimana seorang perempuan tumbuh dan berkembang, Her Glow tentang bagaimana ia menemukan serta memancarkan cahayanya, sementara Her Mark menggambarkan jejak dan warisan yang ia tinggalkan.
Cerita tersebut dirangkum dalam satu benang merah, how she becomes, how she shines, and what she leaves behind.
Dalam sesi yang berlangsung intim tersebut, MONDIAL turut menyoroti tiga statement necklace dari koleksi MONDIAL Gala yang merepresentasikan masing-masing fase perjalanan perempuan.
Dari Her Bloom, ada Serene Bleu Necklace yang terinspirasi dari Lumen Bloom. Karya ini menggunakan Royal Blue Sapphire asal Sri Lanka sebagai center stone dengan bobot total 12,580 karat. Susunan batu berlapis dengan ukuran mulai dari 5,830 karat hingga 0,520 karat mengelilingi batu utama dan membentuk interpretasi kelopak bunga yang tengah mekar.
Kemudian, Her Glow diwakili Eclat Necklace yang terinspirasi dari Orb of Light. Kalung ini menampilkan Royal Blue Sapphire asal Sri Lanka seberat 7,13 karat sebagai center stone, dipadukan dengan desain concentric halos yang menggambarkan pancaran cahaya dan rasa percaya diri dari dalam diri.
Sementara itu, Destinée Necklace menjadi representasi dari Her Mark. Terinspirasi dari Aurora Trails, karya ini memiliki siluet melengkung dengan garis pendar cahaya dinamis serta Royal Blue Sapphire seberat 6,06 karat sebagai center stone. Desain tersebut membawa makna tentang keberanian dan legacy yang ditinggalkan seorang perempuan.

General Manager MONDIAL, Leslie Christian Saputra, mengatakan usia ke-47 menjadi momentum bagi MONDIAL untuk memberikan apresiasi kepada perempuan yang menjalani setiap fase kehidupannya dengan ketangguhan dan rasa percaya diri.
“Perayaan ulang tahun MONDIAL ke-47 ini merupakan momentum yang sangat istimewa bagi kami. Melalui tema ‘The World She Reigns Upon’, MONDIAL memberikan apresiasi penuh dan penghormatan setinggi-tingginya kepada setiap perempuan yang memimpin perjalanannya dengan ketangguhan, keanggunan, dan rasa percaya diri,” ujar Leslie.
Menurutnya, MONDIAL Gala tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga membawa cerita dan karakter yang melekat pada setiap karya.
“Koleksi MONDIAL Gala kami hadirkan sebagai representasi dari pancaran pendar dan jejak kebaikan yang mereka tinggalkan, sekaligus mempertegas komitmen MONDIAL dalam mempertemukan craftsmanship, artistry, dan keahlian perhiasan bertaraf internasional,” katanya.

Melalui MONDIAL Gala: The World She Reigns Upon, MONDIAL ingin memperlihatkan bahwa sebuah perhiasan dapat menjadi bagian dari cerita personal pemakainya.
Mulai dari proses bertumbuh, menemukan cahaya dalam dirinya, hingga meninggalkan sesuatu yang bermakna, tiga fase tersebut diterjemahkan ke dalam karya-karya high jewelry yang menjadi bagian dari perayaan 47 tahun perjalanan MONDIAL.
Karena pada akhirnya, The World She Reigns Upon bukan hanya tentang dunia yang dimiliki seorang perempuan, tetapi juga tentang bagaimana ia memilih untuk tumbuh, bersinar, dan meninggalkan jejaknya sendiri.***

