BANDUNG, INFOBDG.COM – Musik ternyata nggak cuma soal panggung dan penonton. Lewat kolaborasi TP Jazz Management dan Kota Baru Parahyangan, musik kini menjadi bagian dari upaya membangun ruang interaksi, budaya, dan komunitas.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui TP Jazz Universe: Greatest Movies Soundtrack, yang akan digelar pada Jumat, 4 September 2026 pukul 19.00 WIB di Mason Grand Ballroom, Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan.
Acara ini sekaligus menjadi official pre-event menuju The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026).
Kolaborasi TP Jazz Management dan Kota Baru Parahyangan ini berangkat dari kesamaan visi untuk menghadirkan ruang yang bukan hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk menikmati seni, berinteraksi, dan membangun pengalaman bersama.
Bagi Kota Baru Parahyangan, pendekatan tersebut sejalan dengan konsep Community Based Development yang menjadi bagian dari filosofi pengembangan kawasan sejak pertama kali dikembangkan pada 2000.
Direktur PT Belaputera Intiland, Ryan Brasali, mengatakan konsep tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kawasan secara fisik, tetapi juga bagaimana menciptakan kehidupan masyarakat yang aktif dan saling terhubung.
“Community Based Development bagi kami bukan sekadar konsep pengembangan kawasan, tetapi filosofi dalam membangun kehidupan kota. Kami ingin menghadirkan ruang yang mendorong masyarakat untuk berkumpul, berinteraksi, dan menciptakan pengalaman bersama,” ujar Ryan.
Menurutnya, kolaborasi bersama TP Jazz Management menunjukkan bahwa musik dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut.
“Melalui kolaborasi dengan TP Jazz Management, kami melihat bagaimana musik dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut, menghadirkan nilai budaya sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat,” katanya.
Jazz Jadi Ruang Pertemuan Komunitas
Semangat membangun komunitas juga sudah menjadi bagian dari perjalanan TP Jazz Management selama lebih dari 14 tahun.
Melalui berbagai program seperti The Papandayan Jazz Fest, TP Jazz Universe, TP Resonance Podcast, hingga The Papandayan International Online Jazz Competition (TPJC), TP Jazz Management terus membuka ruang bagi musisi, komunitas, generasi muda, dan penikmat musik untuk bertemu serta berkolaborasi.
Founder TP Jazz Management, Bobby Renaldi, menyebut kolaborasi dengan Kota Baru Parahyangan terasa natural karena keduanya memiliki perhatian yang sama terhadap budaya dan kualitas hidup masyarakat.
“The Papandayan Jazz Fest selalu percaya bahwa jazz bukan hanya sebuah genre musik, tetapi juga bagian dari perjalanan budaya. Kami melihat semangat yang sama di Kota Baru Parahyangan, yang sejak awal dibangun dengan penghargaan terhadap sejarah, budaya dan kualitas hidup masyarakat,” tutur Bobby.
Ia berharap kolaborasi ini tidak berhenti sebagai sebuah pertunjukan musik, tetapi dapat menjadi awal dari pertemuan antara musik, ruang, dan masyarakat.
“Kami berharap konser ini menjadi awal dari perjalanan yang mempertemukan musik, ruang, dan masyarakat dalam satu pengalaman yang bermakna,” tambahnya.
Hadirkan Soundtrack Film Legendaris dalam Balutan Jazz
Melalui TP Jazz Universe: Greatest Movies Soundtrack, kolaborasi tersebut akan dikemas dalam pertunjukan yang menginterpretasikan kembali berbagai lagu ikonik dari film-film legendaris nasional maupun internasional.
Lagu-lagu tersebut akan dibawakan dengan sentuhan jazz yang kaya improvisasi dan eksplorasi musikal.
Sejumlah musisi akan mengisi panggung, yakni Dwiki Dharmawan, Dira Sugandi, Dirly Dave, Rimar Calista, dan Sandy Sondoro.
Menariknya, konser ini juga menghadirkan TPJC Winner sebagai penampil pembuka. Kehadiran mereka menjadi bentuk komitmen TP Jazz Management dalam memberikan ruang bagi regenerasi musisi jazz Indonesia.
Untuk tiketnya, harga normal dibanderol Rp250 ribu, sementara tiket pre-sale Rp175 ribu yang berlaku hingga 14 Agustus 2026, selama kuota masih tersedia.
Khusus pemegang Platinum Pass The Papandayan Jazz Fest 2026, konser ini bisa dinikmati tanpa biaya tambahan.
Tiket dapat dibeli melalui https://goers.co/tpjukbp.
Lewat kolaborasi ini, TP Jazz Management dan Kota Baru Parahyangan ingin menunjukkan bahwa menjaga budaya tidak harus selalu dilakukan dengan cara konvensional.
Musik, komunitas, dan ruang pertemuan masyarakat juga bisa menjadi cara untuk merawat identitas budaya sekaligus membuatnya tetap relevan dengan generasi masa kini.***

