Okupansi Hotel dan Tempat Hiburan di Bandung Masih Minim

Berita Lainnya

Bantu Digitalisasi 350.000 UMKM, Grab Gelar Online Bazar #TerusUsaha Serentak di 16 Kota

BANDUNG, infobdg.com - Di tengah masa pandemi Covid-19, Grab Indonesia berkontribusi untuk membantu para pengusaha UMKM agar bisa terus melanjutkan usahanya. Bantuan tersebut tersalurkan...

Antisipasi Libur Panjang, Pemprov Jabar Laksanakan Operasi Gabungan ke 54 Destinasi Wisata

BANDUNG, infobdg.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah melaksanakan operasi gabungan bersama pemda kabupaten/kota dan TNI/Polri. Selama lima hari libur panjang cuti bersama,...

Hari Sumpah Pemuda, Aliansi Mahasiswa Kota Bandung Gelar Aksi Unras

BANDUNG, infobdg.com - Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Bandung melakukan aksi unjuk rasa (unras) di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan...

Polisi Tangkap 4 Pelaku Pemalsuan Uang, Ratusan Juta Uang Palsu Diamankan

BANDUNG, infobdg.com - Satreskrim Polrestabes Bandung berhasil tangkap empat orang pelaku pemalsuan uang di daerah Gegerkalong, Kota Bandung. Keempatnya berinisial AS (57), AS (38), MRS...

BANDUNG, infobdg.com – Meskipun sejumlah sektor telah dilakukan relaksasi, namun kunjungan wisatawan ke Kota Bandung di masa pandemi Covid-19 masih minim. Okupansi hotel di Kota Bandung pun baru mencapai 20-40% saja, sedangkan kunjungan ke tempat hiburan masih di bawah 10%.

“Okupansi hotel hanya 20-40%. Tempat hiburan tidak lebih dari 10%, sangat kecil,” ungkap Kepala Seksi Destinasi Pariwisata, Faisal Tachir, Rabu (14/10).

Foto: Humas Kota Bandung

Menurutnya, ada beragam faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. Salah satunya karena masih berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Pengetatan PSBB ini berdampak pada kondisi sekarang itu yang di bawah 10%,” katanya.

Dari 232 tempat hiburan yang ada di Kota Bandung pun, baru 122 tempat yang mendapatkan relaksasi. Adapun sektor hiburan yang belum diijinkan beroperasi yaitu tempat hiburan anak dan panti pijat.

“Lokasi yang belum belum dibuka itu area bermain anak, seperti taman lalu lintas. Salon sudah (buka) itu rekomendasi dari Disdagin (Dinas Perdagangan dan Perindustrian),” terangnya.

Sejumlah tempat hiburan yang telah beroperasi pun, dikatakan Faisal masih minim pengunjungnya. Salah satunya jasa pariwisata karoke.

“Berdasarkan laporan untuk tempat hiburan pengguna pariwisata Kota Bandung masih sepi. Kalau misalnya contoh di karaoke ada 14 ruangan, hanya digunakan 7 ruangan. Itu sesuai dengan aturan 50%. Dari 7 ruangan, itu paling 3 ruangan yang digunakan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Faisal mengatakan, tahapan mitigasi masih akan berlanjut sampai Desember 2020 mendatang. Namun, pada tahun 2021 akan mulai masuk pada tahapan recovery.

“Sektor pariwisata terus berkembang pada tahun 2021. Itu recovery (pemulihan),” pungkasnya.

- Advertisement -

Kuliner Bandung

Nasi Uduk Mak Ratu: Tempat Baru Menikmati Nasi Uduk di Bandung

BANDUNG, infobdg.com - Buat Wargi Bandung yang pengen makan siang pakai nasi uduk, pas banget nih, karena ada tempat nasi uduk baru bernama Uduk...

TeKoSu, Perpaduan Teh, Kopi, dan Susu Ala Tea Drink Yaa!

KULINER, infobdg.com - Berbagai olahan minuman kini jadi variatif ya Wargi Bandung! Setelah kemarin ramai dengan minuman thai tea dan dalgona kopi, sekarang udah...

Menyantap Masakan Rumahan Ala Kerinci di Noka Coffee & Kitchen

KULINER, infobdg.com - Wargi Bandung sekarang bisa banget loh kalau ingin mencicipi makanan rumahan bercitra rasa Kerinci yang berada di daerah Sumatera Barat. Telah...