Pemkot Bandung Optimalkan Pengelolaan Sampah H2H

Berita Lainnya

Dukung Penerapan Protokol Kesehatan Masyarakat, Grab Jalin Kerja Sama dengan Dishub Kota Bandung

BANDUNG, infobdg.com - Grab Indonesia tengah menjalin kerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Bandung untuk terus memerangi Covid-19 dengan melaksanakan pengecekan protokol kesehatan kepada...

Hasil Ketekunan Cokorda Membuahkan Hasil Jadi Milyader Muda

ARTIKEL, infobdg.com - Wargi Bandung khususnya para wanita pastinya nggak asing lagi kan dengan nama MS Glow? Yup! Kalau di Bandung, MS Glow dikenal...

Bandung Zona Merah, Sejumlah Ruas Jalan Bakal Ditutup Selama 14 Hari, Salah Satunya Dipatiukur

BANDUNG, infobdg.com - Level kewaspadaan Covid-19 Kota Bandung kembali masuk zona merah. Menyikapi hal ini, Tim Gugus Tugas Covid-19 langsung bergerak mengawali penertiban dan...

Masuk Zona Merah, Pemkot Bandung Sterilkan Jl Dipatiukur Dari Kerumunan

BANDUNG, infobdgcom - Satpol PP Kota Bandung dan Dishub Kota Bandung yang tergabung dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung didampingi oleh Polrestabes Bandung...

BANDUNG, infobdg.com – Pemerintah Kota Bandung mengganti sistem pengelolaan sampah dari T2T (TPS ke TPA) menjadi sistem H2H (Hulu ke Hilir). Hal ini dilakukan agar semua sampah di kota Bandung dapat dioptimalkan sebelum akhirnya sampah masuk ke pengolahan akhir.

“Karena urusan sampah ini berlanjut, maka pengelolaan sampah tidak hanya berbicara terkait membersihkan sampah dari pandangan mata saja,” kata Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Sopyan Hernadi pada acara Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Kamis (15/10).

Menurut Sopyan, pengelolaan sampah harus runut dimulai dari hulu (pengumpulan) hingga hilir (proses pengolahan akhir). Untuk itu, DLHK saat ini tengah berupaya agar pengelolaan sampah bisa semakin optimal.

“Pengelolaan sampah memiliki dua pemahaman dasar, yaitu terkait dengan pemanfaatan sampah sebagai sumber daya dan pelayanan publik,” tuturnya.

Lebih jelasnya, Sopyan mengatakan pengelolaan sampah sebagai sumber daya bisa menjadi alternatif profit center. Sedangkan pengelolaan sampah sebagai pelayanan publik merupakan ‘cost center’.

Untuk itu, ia meminta program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan sampah) harus terus digalakan dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Kang Pisman mengajarkan kepada masyarakat untuk mengubah pola pikir food waste (setiap makanan hanya akan menjadi sampah organik) menjadi waste to food (mengubah sisa makanan menjadi makanan kembali,” terang Sopyan.

Sebagai contoh nyata, Sopyan mengatakan, di Pendopo Kota Bandung ada Pojok Kang Pisman, dimana di sana tidak hanya mengubah sampah menjadi waste to food tetapi juga telah berkembang menjadi urban farming.

“Kami terus mendorong agar setiap masyarakat sadar akan sampah. Kami akan terus mengedukasi kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan perannya hingga menuju kepada urban farming,” ujarnya.

“Selain memisahkan sampah, tetapi juga memanfaatkannya sehingga menciptakan nilai guna yang jauh lebih besar,” cetus Sopyan.

Sementara itu, sebagai implementasi dari Perda nomor 9 tahun 2018 tentang pengelolaan sampah, maka per 1 Oktober 2020, DLHK Kota Bandung melalui UPT Pengelolaan Sampah yang baru terbentuk pada tanggal 18 Agustus 2020 lalu, mulai menyapu jalan.

Sebanyak 869 personel dari PD Kebersihan (penyapu jalan) Kota Bandung pun dialih tugaskan ke UPT Pengelolaan Sampah DLHK sebagai petugas pengumpul (Gaspul).

“Kami memikirkan bahwa tugas dari gaspul ini cukup berat dan sangat mulia. Oleh karena itu kami berikan pendapatan sebesar UMK Kota Bandung,” kata Kepala UPT Pengelolaan Sampah, Ramdani.

Dengan pendapatan tersebut, Ramdani berharap kesejahteraan petugas Gaspul ini pun lebih terjamin, serta kualitas pelayanan pengumpulan sampah di Kota Bandung akan jauh lebih optimal.

- Advertisement -

Kuliner Bandung

Tropical Vibes, Sensasi Minum Jus di Bar Tepi Pantai

KULINER, infobdg.com - Di masa pandemi seperti sekarang ini, kita dituntut untuk lebih menjaga kesehatan diri agar terhindar dari penularan virus. Yuk, Wargi Bandung!...

Dadar Banjoer, Kreasi Masakan Rumahan Telor Dadar dan Kuah Gulai

KULINER, infobdg.com - Wargi Bandung! Mimin baru aja nemuin kuliner rumahan unik di daerah Jalan Merdeka nih, namanya Dadar Banjoer! Dari namanya aja udah pasti...

Mencicipi Olahan Ayam Tulang Lunak ala Hayam Negonk, Bikin Nagih!

KULINER, infobdg.com - Mencari kuliner ayam goreng di Kota Bandung sih sudah biasa. Banyak pedagang yang menjual ayam goreng hampir di setiap sudut kota,...