- Advertisement -

PT KAI Daop 2 Bandung Utamakan Penerapan Prokes Pada Libur Nataru 2020/2021

Berita Lainnya

Kesadaran Warga Pakai Masker Meningkat, Pelanggaran Prokes di Kota Bandung Terus Menurun

BANDUNG, infobdg.com - Kesadaran masyarakat Kota Bandung akan protokol kesehatan, khususnya penggunaan masker, mulai meningkat. Hal tersebut terlihat dari jumlah pelanggaran yang kian hari...

PT KAI: Pelanggan KA Jarak Jauh Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Test Antigen

BANDUNG, infobdgcom - Mulai 26 Januari s.d 8 Februari 2021, pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan untuk menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan GeNose Test atau...

Dua Pekan PSBB di Bandung, 31 Pelaku Usaha Disegel dan Didenda

BANDUNG, infobdg.com - Pelaksanaan PSBB Proporsional Kota Bandung memasuki pekan kedua. Selama itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung telah menindak 31 pelaku usaha....

Nikmatnya Menu Baru dan Promo di Nara Park

BANDUNG, infobdg.com - Kalau main-main ke arah Bandung utara paling enak memang datang ke tempat makan dengan suasana hijau dan terbuka. Selain menikmati kulinernya,...

BANDUNG, infobdgcom – Pada masa Libur Natal dan Tahun Baru 2021 kemarin,PT KAI Daop 2 Bandung melayani 38.132 pengguna jasa KA Jarak Jauh, turun 89 % jika dibandingkan dengan periode Natal dan Tahun Baru 2020. Tahun lalu, KAI melayani 349.599 pengguna jasa KA Jarak jauh pada periode 18 Desember 2019 s.d 6 Januari 2020.

- Advertisement -

Foto: Humas PT KAI Daop 2

“Selama 20 hari masa posko Nataru 2020/2021, KAI Daop 2 memberangkatkan sebanyak 38.132 orang pengguna jasa kereta api dengan menerapkan aturan protokol kesehatan  yang  ketat dalam perjalanannnya, sesuai dengan aturan yang ditetapkan  pemerintah” ujar Manager Humas Daop 2 Bandung, Kuswardoyo.

Penurunan jumlah pengguna jasa ini menunjukkan bahwa KAI juga memberikan dukungan penuh terhadap pembatasan perjalanan orang selama masa pandemi Covid-19. Selama masa Nataru 2020/ 2021, KAI  Daop 2 mengoperasikan 16 perjalanan KA setiap harinya  atau turun  75 % dari tahun sebelumnya sebanyak 64  perjalanan setiap harinya.

Tahun ini, KAI juga melakukan pembatasan jumlah kapasitas angkut dimana maksimal hanya 70% dari kapasitas tempat duduk. Hal ini bertujuan untuk menciptakan physical distancing di dalam kereta untuk menghindari penyebaran Covid-19 melalui transportasi kereta api.

“Penurunan ini juga menunjukkan bahwa masyarakat ikut mendukung kebijakan pemerintah untuk membatasi berpergian selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2021,” ngkapnya.

Pada masa Nataru kali ini bagi penguna jasa KA yang tetap harus berpergian, KAI menerapkan aturan yang ketat dalam pelayanan jasa trasportasinya, degan cara selalu konsisten menerapkan protokol kesehatan sesuai Surat Edaran No.3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Surat Edaran Menteri Perhubungan No SE 23 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dengan Transportasi Perkeretaapian Selama Masa Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pada periode 22 Desember 2020 s.d 8 Januari 2021, setiap pelanggan KA Jarak Jauh di Pulau Jawa diharuskan menunjukkan hasil rapid test Antigen negatif untuk dapat naik KA.

Daop 2 menyediakan 2  lokasi pelayanan test rapid Antigen bagi pengguna jasa  KA  yaitu di Stasiun bandung dan Stasiun Kiaracondong dengan jam pelayanan  mulai  08.00-19.00 di Sta. Bandung dan  08.00-23.00 di Sta. Kiaracondong.

Pelayanan tambahan kepada pengguna jasa KA ini, dapat diakses dengan tarif sebesar Rp.105.000, tercatat sebanyak 14.700 pengguna jasa KA telah memanfaatkan layanan tersebut di stasiun Bandung dan Kiaracondong.

“Selama masa Nataru 2020/2021, selain harus menunjukkan hasil rapid test Antigen negatif, PT KAI juga menyediakan face shield (pelindung wajah) bagi pengguna jasa KA yang harus  dipakai selama dalam perjalanan hingga keluar dari area stasiun kedatangan. Pelanggan juga harus dalam kondisi sehat, memakai masker, suhu tubuh tidak lebih dari 37,3 derajat celcius. Jika tidak melengkapi syarat, tiket langsung kami batalkan dan dikembalikan 100%,” tegas Kuswardoyo.

Tahun ini, puncak arus mudik Nataru terjadi pada 23 Desember 2020, dengan 2.933 pengunajasa dan puncak arus balik Nataru terjadi pada 3 Januari 2021 dengan total 3.228  pengguna jasa. Adapun yang menjadi rute favorit adalah ke arah Jawa tengah dan Jawa Timur seperti Yogyakarta, Solo dan Surabaya.

“Semua operasional perjalanan KA selama masa angkutan Nataru di Daop 2 berjalan aman, lancar dan tidak ada hambatan atau zero accident,” ungkapnya.

Selama masa Nataru seluruh jajaran KAI secara serius memberikan perhatian pada pelaksanaan operasional KA dengan tetap memperhatikan dan mengutamakan penerapan protokol kesehatan, seluruh jajaran KAI tidak libur dan hadir untuk memberikan pelayanan  kepada pengguna jasa KA di masa libur Nataru.

“Kami  mengucapkan terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada  semua  pihak  yang telah mendukung kelancaran angkutan Nataru ini, dan juga khususnya  kepada pengguna jasa KA yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama masa Nataru ini dan secara disiplin mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan, sehingga kereta api tetap menjadi moda transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan sehat sampai di tujuan,” tutupnya.

- Advertisement -
703,801FollowersFollow
2,520,675FollowersFollow
41,450SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Kuliner Bandung

Nikmatnya Menu Baru dan Promo di Nara Park

BANDUNG, infobdg.com - Kalau main-main ke arah Bandung utara paling enak memang datang ke tempat makan dengan suasana hijau dan terbuka. Selain menikmati kulinernya,...

Rumah None, Café Spesialis Kebab, Dimsum, dan Cake!

KULINER, infobdg.com - Wargi Bandung, ada café baru nih di daerah Kopo! Cocok banget jadi tempat nongkrong bareng temen-temen, namanya Rumah None. Wajib banget...

Ini Makanan yang Bisa Tingkatkan Imun Tubuh

BANDUNG, Infobdg - Kesehatan merupakan hal yang paling penting, apalagi di masa pandemi seperti sekarang. Sistem kekebalan imun bisa saja naik ataupun turun tergantung...
- Advertisement -