BANDUNG, infobdg.com – Film Istimewa membawa pesan tentang bagaimana seharusnya masyarakat melihat teman-teman disabilitas bukan dari kekurangannya, melainkan sebagai manusia yang memiliki mimpi, keberanian, kasih sayang, dan keistimewaan masing-masing.
Pesan tersebut terasa dalam agenda cinema visit dan nonton bareng (nobar) film Istimewa yang digelar di XXI Ciwalk Bandung, Selasa (11/8/2026), menjelang film tersebut tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, produser Istimewa Abdullah Mansuri atau yang akrab disapa Ayah Mans hadir dan bertemu langsung dengan para penonton. Ia mengatakan, pertemuan dengan penonton menjadi momen penting untuk kembali menyampaikan pesan utama yang dibawa film produksi Kairos Film tersebut.
Menurutnya, Istimewa tidak hanya ingin menghadirkan kisah anak-anak di Rumah Istimewa, tetapi juga mengajak masyarakat melihat mereka sebagai manusia yang utuh.
“Saya berharap lewat film Istimewa, teman-teman kita yang selama ini disebut disabilitas tidak lagi hanya dilihat dari kekurangannya. Mereka punya mimpi, mereka punya keberanian, mereka punya kasih sayang, dan mereka juga bisa memberikan kebahagiaan untuk orang lain. Jadi buat saya, mereka bukan hanya disabilitas, mereka adalah orang-orang yang istimewa,” ujar Abdullah Mansuri atau Ayah Mans, ditemui media di Bandung, Selasa (11/8/28).
Ia juga berharap perubahan cara pandang tersebut bisa dimulai dari bahasa yang digunakan masyarakat ketika menyebut teman-teman disabilitas.
“Kalau boleh saya berharap, suatu hari bahkan KBBI bisa mengubah cara kita menyebut mereka. Karena ketika seseorang terus disebut dari kekurangannya, kita bisa lupa bahwa di balik itu ada manusia dengan begitu banyak hal yang bisa diberikan. Saya ingin kita mulai melihat mereka sebagai manusia yang istimewa,” lanjutnya.

Istimewa Bukan Hanya tentang Disabilitas
Ayah Mans menegaskan, pesan yang dibawa film ini sebenarnya tidak hanya ditujukan kepada anak-anak disabilitas.
Istimewa juga mengajak penonton untuk melihat kembali dirinya sendiri. Setiap orang memiliki latar belakang keluarga, pengalaman hidup, kekurangan, hingga persoalan masing-masing yang pada akhirnya membentuk keunikan dan keistimewaan dalam dirinya.
“Film ini sebenarnya bukan hanya untuk anak-anak disabilitas. Ini untuk kita semua. Siapa pun kita, apa pun latar belakang keluarga kita, apa pun kekurangan yang kita punya, kita semua pasti punya sesuatu yang membuat kita istimewa,” kata Ayah Mans.
“Jadi saya berharap setelah menonton film ini, kita tidak hanya mengatakan mereka istimewa, tapi juga bisa mengatakan kepada diri sendiri bahwa saya istimewa, dan kamu juga istimewa,” sambungnya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari cerita Istimewa, yang menempatkan anak-anak dengan disabilitas sebagai karakter utama yang aktif, memiliki pilihan, mimpi, keberanian, serta hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.

Kisah Lima Anak di Rumah Istimewa
Istimewa berkisah tentang lima anak dengan disabilitas yang tinggal bersama di Rumah Istimewa, ditemani sosok Ayah yang penuh kasih dan seorang sukarelawan yang setia merawat mereka.
Kehidupan mereka berubah ketika sang Ayah divonis kanker dan memilih pergi diam-diam. Tak ingin kehilangan sosok yang mereka sayangi, kelima anak tersebut kemudian nekat melakukan perjalanan untuk mencarinya.
Dalam perjalanan, mereka bertemu sejumlah orang yang kemudian membawa kisah mereka ke ruang publik. Perjalanan tersebut menjadi pengalaman yang menguji keberanian, persahabatan, kasih sayang, sekaligus arti sebuah keluarga.
Akankah mereka berhasil menemukan kembali sosok Ayah yang mereka cintai?
Film Istimewa disutradarai Ruben Adrian dan diproduseri Abdullah Mansuri. Film produksi Kairos Film ini bergenre drama keluarga untuk semua umur dengan durasi 1 jam 59 menit.
Setelah lebih dulu menyapa penonton Bandung melalui agenda cinema visit dan nobar, Istimewa dijadwalkan tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.***

