Sejumlah Ruang Publik di Kota Bandung Bakal Ditutup Demi Perketat AKB

Berita Lainnya

MASATA Dorong Desa Wisata Jadi Sentra Tumbuhnya Pendapatan Baru di Indoensia

BANDUNG, infobdg.com - Mendukung pariwisata Indonesia yang berkelanjutan, Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) menyelenggarakan focus group discussion (FGD) bertema "Pengembangan Desa Wisata Menuju 205 Desa...

Lembaga Pendidikan Bahasa Asing Polyglota Hadir Di Bandung

BANDUNG, Infobdg.com - Sekarang, memiliki kemampuan berbahasa asing sangat diperlukan. Selain menambah skill, fasih berbahasa asing pun bisa membuka peluang bisnis atau peluang-peluang lainnya....

Cegah Penyebaran Covid-19, Oded Keluarkan Inwal Penegakan Protokol Kesehatan

BANDUNG, infobdg.com - Sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Bandung, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengeluarkan Instruksi Wali Kota No 007 tahun...

Perketat Penanganan, Satgas Covid-19 Kota Bandung Bentuk 12 Tim Khusus

BANDUNG, infobdg.com - Untuk meminimalisir terjadinya penambahan covid-19 di Kota Bandung, Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung membentuk dua belas tim khusus. Dibentuknya tim...

BANDUNG, infobdg.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah berencana untuk memperketat pengawasan protokol kesehatan Covid-19 di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), salah satunya dengan menutup sejumlah ruang publik.

Foto: Humas Kota Bandung

Hal tersebut diungkapkan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna. Ia mengatakan, penutupan ruang publik dilakukan untuk mencegah kerumunan orang dalam jumlah besar.

“Saya akan melapor ke Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung agar ruang publik di beberapa lokasi sementara untuk tidak dipakai terlebih dahulu. Semua alun-alun dan taman-taman kita tutup,” kata Ema, Rabu (18/11).

Ia berujar, ruang publik seperti Alun-alun Cicendo, Regol, Ujungberung, dan Asia-Afrika diimbau untuk tidak dulu dipergunakan masyarakat.

“Mohon maaf karena itu berpotensi menimbulkan kerumunan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Ema pun meminta para camat dan lurah agar lebih masif menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan dan penanganan masalah Covid-19. Hal itu wajib dilakukan di kesempatan bertemu dengan warga.

Menurutnya, langkah cepat ini perlu dilakukan dengan seluruh gugus tugas dari level kota, kecamatan hingga kelurahan. Mengingat situasi terkini mobilisasi masyarakat yang semakin tinggi.

“Terjadi pergerakan-pergerakan yang harus kita antisipasi,” tutur dia.

Selain itu, Ema kembali mengingatkan kepada warga Kota Bandung untuk lebih mewaspadai klaster keluarga.

“Terutama klaster keluarga yang saat ini sudah bergerak pada angka 30 persen. Hal yang menjadi faktor penyebab ini kebanyakan itu dari kontak erat. Misalkan ada orang yang bekerja di wilayah zona merah dan berkontak erat dengan pihak keluarganya,” tuturnya.

- Advertisement -

Kuliner Bandung

Santap Kuliner Angkringan ala Malioboro All U Can Eat di Mercure Bandung City Centre

KULINER, infobdg.com - Ada yang baru lagi nih di Mercure Bandung City Centre! Setelah sukses dengan angkringan Kardiman, Mercure Bandung City Centre kini kembali...

Sensasi Baru Santap Kuliner Khas Jepang di Urban Ninja Japanese Fusion

KULINER, infobdg.com - Wargi Bandung pecinta masakan Jepang? Berarti wajib banget cobain kuliner di resto baru berkonsep Jepang yang satu ini! Adalah Urban Ninja,...

Non Kitchen & Coffee Hadir Kembali, Cafe Cozy Buat Para Milenial Bandung

KULINER, infobdg.com - Masih ingat dengan Non Kitchen & Coffee? Yup! Cafe cozy buat para milenial di daerah Simpang Lima, Ahmad Yani, Bandung ini...