BANDUNG, infobdg.com – Warga Kota Bandung dikejutkan oleh peristiwa tragis yang terjadi di Flyover Pasupati atau Jalan Layang Prof. Mochtar Kusumaatmadja pada Selasa pagi (10/2). Seorang pelajar berinisial MR (17), warga Cimahi, dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari ketinggian sekitar 40 meter.
Kapolsek Bandung Wetan, AKP Bagus Yudo, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 09.30 WIB. Hingga saat ini, identitas korban masih didalami lebih lanjut oleh kepolisian.
“Untuk sementara identitas korban masih kami dalami. Statusnya pelajar, usianya 17 tahun, berasal dari Cimahi, berjenis kelamin laki-laki,” ujar Bagus, dilansir dari keterangan yang disampaikan saat dikonfirmasi di Bandung.
Salah seorang saksi mata, Cahyadi, mengaku melihat langsung situasi sebelum korban terjatuh. Ia menuturkan, saat itu dirinya baru saja mengantarkan penumpang ke arah Cikutra dan hendak kembali ke Karangsetra. Ketika melintas di lokasi kejadian, ia melihat seorang pemuda meminggirkan motor dan berdiri di tepi flyover dekat tiang lampu.
“Di depan saya itu ada dua anggota TNI naik motor. Di pinggir jalan layang ada seorang pemuda dengan motornya, berdiri dekat tiang lampu,” kata Cahyadi, dilansir dari keterangannya.
Tak lama setelah itu, korban tiba-tiba menjatuhkan diri ke bawah. Korban ditemukan dalam kondisi berlumuran darah di area Taman Film – lapangan futsal, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan.
“Pemuda itu sempat naik motor, lalu berhenti beberapa detik. Saat hendak ditangkap (diselamatkan) oleh dua anggota TNI yang berada di depan motor saya, dia tidak sempat tertangkap dan langsung meloncat ke bawah,” jelasnya, dilansir dari kesaksiannya.
Cahyadi menambahkan, dari pengamatannya, korban terlihat kebingungan dan sempat ragu sebelum akhirnya melompat.
“Dia berdiri dulu beberapa detik. Wajahnya terlihat bingung dan pucat,” ujarnya, dilansir dari penuturannya.
Sementara itu, AKP Bagus Yudo menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih mendalami motif di balik kejadian tersebut. Polisi telah memanggil keluarga korban serta memeriksa sejumlah barang milik korban, termasuk telepon genggam, untuk mengetahui latar belakang peristiwa ini.

