Sulu in Wo(u)nderland Bikin Dunia Arkiv Vilmansa Bisa Dijelajahi Langsung, Lengkap dengan Yokocho, Ramen hingga Matcha Bar di Bandung

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com – Pernah membayangkan bisa masuk langsung ke dunia yang biasanya hanya muncul lewat karya seni? Pengalaman itu kini bisa dirasakan di Bandung lewat Sulu in Wo(u)nderland, proyek IP terbaru seniman kontemporer Indonesia, Arkiv Vilmansa.

Berlokasi di lantai 5 Hompimplay, Jalan Rancakendal Luhur, Bandung, Sulu in Wo(u)nderland menghadirkan dunia Sulu dalam bentuk ruang fisik yang bisa dijelajahi pengunjung.

Bukan sekadar tempat makan atau instalasi seni, pengalaman ini menggabungkan karakter, storytelling, kuliner, hingga berbagai elemen interaktif dalam satu perjalanan.

Begitu memasuki area Wo(u)nderland, pengunjung tidak hanya datang sebagai tamu. Mereka diajak menjadi bagian dari dunia tersebut sebagai citizen of Wo(u)nderland.

Konsepnya dibuat menyerupai yokocho, lengkap dengan lorong-lorong kecil dan sejumlah titik yang bisa dieksplorasi. Pengunjung dapat berpindah dari satu area ke area lainnya sambil menemukan berbagai karakter, signage, objek, hingga detail visual yang berkaitan dengan Sulu.

Di sepanjang perjalanan tersebut, terdapat ramen bar dan matcha bar yang menjadi bagian dari pengalaman. Artinya, kuliner di Wo(u)nderland bukan sekadar hidangan yang datang setelah pengunjung duduk, tetapi menjadi bagian dari cerita dan eksplorasi dunia Sulu.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu pembeda Sulu in Wo(u)nderland. Pengalaman tidak berhenti pada melihat karya, tetapi mengajak pengunjung masuk dan berinteraksi langsung dengan dunia yang dibangun Arkiv.

Sulu sendiri merupakan entitas terbaru yang diperkenalkan Arkiv Vilmansa dalam semesta kreatif Arkiverse. Salah satu ciri visual yang membedakannya dari karakter Arkiv sebelumnya adalah sepasang mata yang menjadi identitas khas Sulu.

Melalui proyek ini, karakter yang sebelumnya hadir melalui karya visual dikembangkan menjadi sebuah dunia yang dapat dialami secara langsung.

“Sulu adalah karakter baru yang ingin saya kembangkan menjadi sebuah IP project dengan kemungkinan pengalaman yang lebih luas. Lewat Sulu, saya ingin melihat sejauh apa karakter ini bisa berkembang dan dibawa ke berbagai bentuk pengalaman, termasuk kuliner,” ujar Arkiv Vilmansa, Artist & Creator of Sulu in Wo(u)nderland.

Menurut Arkiv, Sulu diharapkan dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat dan berkembang menjadi karakter yang bisa dicintai banyak orang.

“Sulu yang dibuat beberapa tahun lalu, diharapkan bisa merepresentasikan perjalanan karya saya, dari Indonesia ke dunia yang lebih global, serta berkembang menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi lebih banyak orang, baik secara visual maupun melalui pengalaman yang dibawanya,” katanya.

Tak hanya mengeksplorasi ruang, pengunjung juga dapat berinteraksi dengan sejumlah elemen seperti Ark Passport, Ark Coins, dan Ark XP. Elemen tersebut menjadi bagian dari perjalanan setiap citizen sejak memasuki Wo(u)nderland hingga mengenal lebih jauh dunia Sulu.

Dengan format yokocho, pengunjung pun tidak diarahkan pada satu titik utama. Setiap sudut dibuat untuk memberikan pengalaman berbeda sehingga perjalanan di dalam Wo(u)nderland terasa seperti menjelajahi sebuah dunia kecil.

Kehadiran Sulu in Wo(u)nderland sekaligus menjadi langkah awal dari pengembangan Sulu sebagai IP yang lebih luas. Ke depannya, dunia tersebut masih dapat berkembang melalui karakter, cerita, karya, hingga bentuk pengalaman baru.

Bagi yang penasaran dengan dunia Sulu, Sulu in Wo(u)nderland bisa ditemukan di lantai 5 Hompimplay, Jalan Rancakendal Luhur, Bandung.***

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat