Wound Care Center Resmi Hadir di Mayapada Hospital Bandung, Fokus Cegah Komplikasi hingga Risiko Amputasi

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com – Penanganan luka kronis kini menjadi perhatian serius di dunia kesehatan karena dapat memicu berbagai komplikasi, mulai dari infeksi berat, kerusakan jaringan, hingga risiko amputasi. Menjawab kebutuhan tersebut, Mayapada Hospital Bandung (MHBD) menghadirkan layanan Wound Care Center, pusat perawatan luka komprehensif yang mengedepankan pendekatan multidisiplin dan teknologi modern.

Layanan ini ditujukan untuk menangani beragam jenis luka, seperti luka diabetes, luka pascaoperasi, luka akibat kanker, hingga berbagai kondisi bekas luka seperti keloid, jaringan parut hipertrofik, hiperpigmentasi, dan kebutuhan perawatan luka estetika.

Peresmian Wound Care Center Mayapada Hospital Bandung

Hospital Director Mayapada Hospital Bandung, dr. Irwan Susanto Hermawan, MM, menjelaskan bahwa keberhasilan penanganan luka tidak hanya diukur dari tertutupnya luka, tetapi juga dari kemampuan mempertahankan fungsi anggota tubuh dan mencegah komplikasi yang lebih berat.

“Melalui Wound Care Center, kami menghadirkan layanan perawatan luka berstandar internasional dengan konsep modern wound care yang didukung tim multidisiplin, clinical pathway yang terstruktur, serta teknologi terkini. Setiap pasien mendapatkan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi klinis dan kebutuhannya,” ujar dr. Irwan dalam peluncuran layanan tersebut, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, pendekatan yang diterapkan mencakup seluruh tahapan perawatan, mulai dari diagnosis, pengendalian faktor penyebab, penanganan luka, rehabilitasi, regenerasi jaringan, hingga pemulihan fungsi dan aspek estetika. Dengan cara ini, risiko komplikasi dapat ditekan sekaligus membantu meningkatkan kualitas hidup pasien.

Wound Care Center MHBD didukung oleh tim dokter dari berbagai disiplin ilmu, antara lain spesialis bedah umum, bedah plastik dan rekonstruksi estetika, bedah toraks kardiak dan vaskular, konsultan vaskular dan endovaskular, spesialis jantung dan pembuluh darah, gizi klinik, penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes, hingga psikolog dan psikiater.

Selain itu, pasien juga akan mendapatkan pendampingan dari Wound Care Educator, yakni perawat yang berperan memberikan edukasi dan memastikan proses perawatan berjalan terarah, termasuk mendampingi pasien dan keluarga dalam melakukan perawatan luka di rumah.

Dokter Spesialis Bedah Umum Mayapada Hospital Bandung, dr. Desi Novianti, Sp.B, menilai masih banyak masyarakat yang menganggap luka dapat sembuh dengan sendirinya. Akibatnya, tidak sedikit pasien datang saat kondisi luka sudah berkembang menjadi lebih kompleks.

Ia menjelaskan bahwa pada penderita diabetes maupun pasien dengan penyakit penyerta lainnya, luka yang tampak ringan dapat berkembang menjadi luka kronis yang berpotensi menyebabkan infeksi serius hingga amputasi jika tidak ditangani dengan tepat.

Karena itu, masyarakat disarankan segera berkonsultasi ke dokter apabila luka tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan, semakin luas, atau mulai mengalami infeksi. Penanganan yang dilakukan pun harus menyeluruh, mulai dari perawatan luka, pengendalian penyebab, edukasi pasien, hingga pemantauan proses penyembuhan untuk mencegah kekambuhan dan komplikasi.

Penerapan pendekatan komprehensif tersebut telah dirasakan oleh salah satu pasien di Mayapada Hospital Bandung yang mengalami luka kaki akibat komplikasi diabetes dan berisiko menjalani amputasi. Melalui kolaborasi tim multidisiplin dan terapi luka modern, kondisi pasien berhasil dikendalikan sehingga fungsi anggota gerak tetap dapat dipertahankan dan risiko amputasi yang lebih luas dapat diminimalkan.

Sementara itu, Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Rekonstruksi Estetika Mayapada Hospital Bandung, Dr. dr. Hardi Siswo Soedjana, Sp.B.P.R.E., Subsp. EL(K), menegaskan bahwa penanganan luka kompleks tidak hanya berfokus pada penutupan luka.

Menurutnya, kualitas jaringan yang terdampak juga perlu diperhatikan agar pasien dapat memperoleh hasil pemulihan yang lebih optimal. Pendekatan rekonstruktif melalui teknik bedah plastik dan regenerasi jaringan menjadi salah satu upaya untuk mendukung hasil fungsional dan estetika yang lebih baik.

Dalam pengoperasiannya, Wound Care Center juga didukung kerja sama strategis dengan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. Kolaborasi ini menghadirkan berbagai solusi perawatan luka modern, termasuk penggunaan Negative Pressure Wound Therapy (NPWT), terapi noninvasif yang memanfaatkan sistem vakum untuk membantu mengurangi cairan berlebih pada luka sekaligus mempercepat proses penyembuhan.

Presiden Direktur PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, dr. Ian Martin Wibawa Kloer, mengatakan kemitraan dengan Mayapada Hospital Bandung menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan berstandar internasional di Indonesia.

Ia menilai ketersediaan teknologi dan alat kesehatan terkini akan membantu tenaga medis memberikan penanganan yang lebih optimal sekaligus meningkatkan standar layanan perawatan luka di Tanah Air.

Wound Care Center Mayapada Hospital Bandung resmi diluncurkan pada Kamis (25/6/2026) melalui seremoni yang juga menghadirkan sesi edukasi kesehatan mengenai penanganan luka komprehensif bersama tim dokter MHBD. Saat ini, masyarakat sudah dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk konsultasi dan penanganan luka bersama tim dokter multidisiplin di Mayapada Hospital Bandung.***

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat