BANDUNG, infobdg.com – 23 Paskal Shopping Center menggelar simulasi kebakaran dan evakuasi melalui program Emergency Response Team (ERT), Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan personel gedung dalam menghadapi kondisi darurat, termasuk potensi kebakaran yang melibatkan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Simulasi berlangsung pukul 07.30 hingga 10.00 WIB dengan melibatkan sejumlah tim tanggap darurat, mulai dari tim evakuasi, Floor Warden, First Aid, Control Room, Fire Fighter, hingga Logistik dan Transportasi.
Rangkaian simulasi meliputi aktivasi alarm darurat, proses evakuasi penghuni gedung, pemeriksaan area, pendataan di titik kumpul (assembly point), hingga penanganan pertolongan pertama. Tenant, karyawan, dan vendor juga dilibatkan untuk meningkatkan pemahaman terhadap prosedur keselamatan.

General Manager 23 Paskal Shopping Center, Ricky Kosim, mengatakan simulasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi risiko keselamatan.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik membuat pengelola gedung perlu mengantisipasi risiko kebakaran yang semakin beragam.
“Keselamatan merupakan prioritas dan tanggung jawab bersama. Melalui simulasi ERT ini, kami ingin memastikan kesiapan personel, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan pemahaman terhadap prosedur penanganan keadaan darurat,” ujar Ricky.
Selain menggelar simulasi, 23 Paskal juga mencatat sejumlah pengakuan pemerintah terkait penerapan sistem keselamatan kebakaran sepanjang 2026.

Pada 27 Februari 2026, 23 Paskal memperoleh Sertifikat Keselamatan Kebakaran (SKK) Gedung dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung. Sertifikat tersebut menyatakan gedung telah memenuhi persyaratan keselamatan kebakaran.
Kemudian, pada 24 April 2026, 23 Paskal dinyatakan memenuhi persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Instalasi Proteksi Kebakaran oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
Pengakuan lainnya diberikan melalui Piagam Penghargaan Wali Kota Bandung pada 24 September 2026 atas komitmen penerapan sistem keselamatan kebakaran gedung di Kota Bandung.
Perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, Indra Nugraha, mengatakan keselamatan kebakaran tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas proteksi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia.
Ia menilai simulasi tanggap darurat penting dilakukan agar setiap personel memahami tugas, prosedur evakuasi, serta koordinasi ketika menghadapi situasi darurat.
Upaya penerapan sistem keselamatan gedung di 23 Paskal juga menjadi bagian dari agenda pertukaran pengetahuan internasional melalui program Firefighter Readiness & Standardized Training for Volunteers Development (FIRESAFE).
Program yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri, berlangsung pada 5–10 November 2026 di Jawa Barat. Sekitar 40 peserta dari enam negara kawasan Pasifik, yakni Fiji, Timor-Leste, Papua Nugini, Vanuatu, Mikronesia, dan Kepulauan Solomon, terlibat dalam program tersebut.
23 Paskal dijadwalkan menerima kunjungan delegasi pada Jumat (6/11/2026) dalam agenda safety benchmarking. Kunjungan ini bertujuan mengenalkan penerapan sistem proteksi kebakaran dan kesiapsiagaan tanggap darurat di lingkungan pusat perbelanjaan.
Marketing Manager 23 Paskal Shopping Center, Indra Pratama Wicaksono, menyebut kolaborasi lintas entitas di kawasan Paskal Hypersquare menjadi salah satu aspek penting dalam membangun budaya keselamatan.
Sinergi tersebut melibatkan 23 Paskal Shopping Center, BINUS University, YELLO Hotel, serta sejumlah entitas usaha dan properti lainnya.
Melalui berbagai upaya tersebut, 23 Paskal menyatakan akan terus meningkatkan sistem proteksi kebakaran, kompetensi personel, serta kesiapan menghadapi perkembangan risiko keselamatan di lingkungan gedung.***

