BANDUNG, infobdg.com – Harga tepung aci atau tapioka di Pasar Kosambi, Kota Bandung, naik dari Rp12 ribu menjadi Rp18 ribu per kilogram. Kenaikan sebesar 50 persen ini mulai membebani pedagang dan pembeli.
Kenaikan harga juga terjadi di Cimahi. Di Pasar Atas Baru, tepung tapioka yang sebelumnya dijual Rp12 ribu kini mencapai Rp20 ribu per kilogram.
Kepala DKPP Jawa Barat, Linda Al Amin, menyebut penurunan produksi singkong akibat cuaca dan belum meratanya masa panen membuat pasokan bahan baku pabrik tapioka berkurang.
“Produksi singkongnya menurun, sehingga pasokan bahan baku ke pabrik tapioka juga berkurang,” ujarnya, dilansir dari JPNN Jabar, Kamis (5/11).

Kenaikan harga ini turut dirasakan pelaku usaha kuliner yang menggunakan tepung aci sebagai bahan utama, seperti pedagang cilok, cireng, dan cimol. Mereka harus menanggung biaya produksi lebih tinggi, sementara menaikkan harga jual berisiko mengurangi jumlah pembeli.
Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa, mengatakan kenaikan harga tepung tapioka telah terjadi hampir dua pekan.
“Bahan bakunya itu kan kalau tepung tapioka itu singkong. Nah, ini singkongnya yang berkurang. Mungkin karena produk singkong berkurang, harga singkongnya sebagai bahan baku tepung tapioka ikut naik juga,” ujarnya, dilansir dari Pasjabar, Kamis (5/11).
Kondisi tersebut membuat pedagang harus mengatur ulang biaya produksi agar tetap bisa berjualan tanpa kehilangan pelanggan.
Pemkot Bandung juga memantau kenaikan harga tepung tapioka yang dipengaruhi keterbatasan pasokan. Pemerintah berharap distribusi bahan baku kembali normal sehingga harga dapat terkendali dan tidak semakin membebani masyarakat maupun pelaku usaha kecil.***

