BANDUNG, infobdg.com – Jauh sebelum Bandung menjadi kota seperti sekarang, kawasan ini dulunya adalah dasar laut. Sekitar 20–15 juta tahun yang lalu, bagian utara Pulau Jawa masih berupa samudra, sementara bagian selatannya adalah daratan, kira-kira di wilayah selatan Pangalengan sekarang. Bahkan, dulu di sana juga ada pulau-pulau vulkanik yang muncul di sekitar pesisir.
Bukti kalau Bandung pernah ada di bawah laut bisa dilihat dari jenis-jenis batuan seperti napal dan gamping yang ditemukan di daerah Purwakarta dan Subang. Batu-batu ini mengandung fosil makhluk laut seperti Foraminifera dan sejenisnya.
Sisa Laut yang Menjadi Gunung Sunda
Cerita tentang Danau Bandung Purba tak bisa dilepaskan dari sejarah Gunung Sunda, gunung raksasa yang dulunya berdiri megah di utara Bandung. Seiring waktu, terjadi pergeseran lempeng bumi yang membuat kawasan pesisir tadi bergeser ke utara, mendekati lokasi Kota Bandung saat ini. Itu terjadi pada akhir zaman Miosen, sekitar 25 hingga 14 juta tahun lalu.

Setelah itu, aktivitas geologi sedikit mereda. Endapan laut mulai menumpuk dan membentuk bukit-bukit, salah satunya Bukit Selacau. Tapi bukit ini akhirnya ‘menghilang’ karena tekanan tanah, dan dari situlah muncul gunung baru.
Masuk ke zaman Pleistosen, sekitar satu juta tahun lalu, muncul gugusan gunung api besar di utara Bandung yang dikenal sebagai Gunung Sunda. Gunung ini luar biasa besar, punya dasar sekitar 20 km dan tinggi 2.000-3.000 meter. Gunung Burangrang yang kita kenal sekarang merupakan parasitnya dari Gunung Sunda ini.
Letusan Dahsyat dan Lahirnya Danau Purba
Letusan besar Gunung Sunda terjadi sekitar 210.000 sampai 105.000 tahun yang lalu. Letusan ini menghasilkan material vulkanik yang menutup aliran Sungai Citarum di sekitar Padalarang. Karena sungai tertutup, air tak bisa mengalir ke luar, dan akhirnya Cekungan Bandung pun berubah menjadi danau besar.
Danau Bandung Purba ini luasnya bukan main! Membentang dari Cicalengka sampai Padalarang, dan dari Dago hingga perbatasan Soreang dan Ciwidey. Ukurannya bahkan hampir tiga kali lebih besar dari DKI Jakarta. Kedalamannya pun mencapai 20–30 meter. Bisa dibayangkan, betapa megahnya danau ini di masa lalu.

Danau yang Perlahan Mengering
Sekitar 16.000 tahun lalu, di akhir zaman Pleistosen, Danau Bandung mulai mengering. Ini terjadi karena ada gempa dan longsor yang membuka jalur air di sekitar Curug Cukangrahong dan Curug Halimun. Air danau pun mengalir ke utara dan akhirnya bertemu dengan Sungai Cimeta. Setelah itu, sisa-sisa danau berubah jadi rawa yang menutupi sebagian besar Cekungan Bandung.
Jika kamu jalan-jalan ke dataran tinggi atau gunung di sekitar Bandung dan melihat pemandangan yang mirip cekungan besar, bisa jadi itu dulunya adalah bagian dari Danau Bandung Purba. Cekungan raksasa itu sekarang jadi tempat tinggal jutaan orang. Siapa sangka dulunya itu adalah danau yang dalam dan luas banget!*
Sumber: Ekspedisi Citarum: Laporan Jurnalistik Kompas / www.kumparan.com / fitb.itb.ac.id / bandung.jabaronline.com

