BANDUNG, infobdg.com – Bandara Husein Sastranegara, Bandung, ditutup sementara pada Minggu (6/9/2026) akibat terdeteksinya sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di sekitar wilayah bandara.
Berdasarkan informasi InJourney Airports, status Aerodrome Closed Bandara Husein Sastranegara ditetapkan pada pukul 12.07 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Keputusan tersebut mengacu pada Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan AirNav Indonesia.
Penutupan sementara dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mengutamakan keamanan dan keselamatan penerbangan. Sebanyak delapan penerbangan di Bandara Husein Sastranegara turut terdampak, terdiri dari empat penerbangan kedatangan dan empat penerbangan keberangkatan dengan total sekitar 1.344 penumpang.
Kondisi ini merupakan bagian dari dampak meluasnya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang juga menyebabkan sejumlah bandara lain di wilayah Jawa, Banten, Jakarta, dan Lampung mengalami penutupan sementara. Kementerian Perhubungan terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan pengelola bandara, maskapai, AirNav Indonesia, dan pihak terkait lainnya.
Bagi Wargi Bandung yang memiliki rencana perjalanan dari atau menuju Bandung, sejumlah bandara lain dapat menjadi alternatif, di antaranya:
1. Yogyakarta International Airport (YIA) – Kulon Progo
2. I Gusti Ngurah Rai International Airport – Denpasar
3. Jenderal Ahmad Yani International Airport – Semarang
4. Adi Soemarmo Airport – Solo
5. Juanda International Airport – Surabaya
6. Sultan Syarif Kasim II International Airport – Pekanbaru
7. Kertajati International Airport – Kertajati
Meski demikian, calon penumpang disarankan untuk memantau perkembangan status penerbangan secara berkala melalui maskapai masing-masing sebelum menuju bandara. Penumpang juga dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports melalui 172 untuk memperoleh informasi lebih lanjut.
Situasi operasional bandara dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik dan hasil pemantauan keselamatan penerbangan.

