BANDUNG, infobdg.com – Film horor terbaru Aplikasi Iblis menyapa langsung penggemar dan media di Bandung lewat agenda Nonton Bareng yang digelar di XXI Festival Citylink, Sabtu (6/9/2026).
Acara tersebut turut dihadiri sutradara sekaligus aktor Dimas Anggara bersama dua pemeran utama, Junior Roberts dan Dosma Hazenbosch. Kehadiran mereka menjadi kesempatan bagi penggemar untuk lebih dekat dengan film yang mengangkat perpaduan teknologi, kehilangan, drama romance, dan teror supernatural.
Aplikasi Iblis merupakan film produksi NIH Pictures yang menandai debut Dimas Anggara sebagai sutradara di genre horor. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 15 Oktober 2026.

Cerita berpusat pada Arya (Junior Roberts), seorang pria yang baru kehilangan kekasihnya, Laras (Dosma Hazenbosch). Masih diliputi rasa rindu dan sulit menerima kepergian sang kekasih, Arya mencoba kembali terhubung dengan Laras melalui sebuah aplikasi misterius.
Namun, upaya tersebut justru membuka pintu bagi sesuatu yang jauh lebih mengerikan. Arya mulai mempertanyakan sosok yang terhubung dengannya melalui aplikasi tersebut, apakah benar Laras atau justru sesuatu yang lain.
Dalam sesi wawancara saat screening di Bandung, Dimas mengungkapkan bahwa pemilihan judul Aplikasi Iblis tidak dilakukan secara singkat. Tim produksi sempat melalui proses diskusi panjang sebelum akhirnya memilih kata “iblis”.
Menurut Dimas, penggunaan kata tersebut sengaja dibuat lebih netral karena sosok iblis dalam film dapat hadir dalam berbagai bentuk.
“Semua itu kan bisa menjadi sosok iblis, kan bisa ke mana aja. Jadi bisa berupa gadget, bisa berupa manusia, bisa berupa kucing, bisa berupa apa pun itu. Jadi kita lebih menggunakan kata iblis untuk netral,” ujar Dimas.
Bagi Dimas, menjadi sutradara juga menghadirkan tantangan dan tanggung jawab yang berbeda dibandingkan ketika dirinya berada di depan kamera. Setelah sebelumnya menyutradarai film #OOTD, ia kini memilih memperluas kariernya dengan menggarap film horor.
“Dua-duanya punya beban yang masing-masing. Jadi pemain enak, tapi bebannya juga tinggi. Jadi di belakang layar enak juga, tapi bebannya juga beda. Saya mau mencoba hal yang baru aja dan saya rasa jenjang karier ke depannya ya sutradara yang saya pilih,” katanya.
Dimas juga mengaku memiliki pendekatan berbeda ketika menggarap horor. Menurutnya, drama menjadi dasar dalam berbagai genre, sementara unsur horor membutuhkan treatment khusus melalui pengambilan gambar, adegan, blocking, hingga permainan para aktor.
Ia pun memilih banyak berdiskusi dengan kru selama proses produksi.
“Karena aku orangnya suka bertanya, jadi aku pasti ke semua kru pun aku tanyain dan aku minta masukan dari mereka semua. Jadi aku hanya menaungi kemauan mereka dan keinginan mereka, sisanya tinggal aku yang menentukan,” tutur Dimas.
Sementara itu, Junior Roberts mengaku salah satu alasan dirinya menerima proyek Aplikasi Iblis adalah karena sosok Dimas Anggara sebagai sutradara. Selain itu, ia tertarik dengan konsep cerita yang berbeda, khususnya gagasan mengenai aplikasi yang dapat menghubungkan manusia dengan arwah orang yang telah meninggal.
“Melihat dari judulnya Aplikasi Iblis dan dibilang iblis bisa datang dari mana aja, kita pengen tahu nih gimana rasanya ngalamin teror-teror iblis yang datang dari aplikasi,” ujar Junior.
Memerankan karakter dalam film horor juga menjadi tantangan tersendiri bagi Junior. Ia menyebut tuntutan terbesar ada pada pengolahan emosi, terutama untuk membangun rasa takut, panik, dan ketegangan selama adegan berlangsung.
Menariknya, Junior mengaku rasa takut yang muncul saat syuting bukan sekadar akting.
“Emang takut beneran,” katanya.
Dengan konsep urban supernatural horror yang memanfaatkan kedekatan masyarakat dengan teknologi, Aplikasi Iblis mencoba menghadirkan teror dari sesuatu yang sehari-hari digunakan banyak orang.
Setelah menyapa penggemar dan media di Bandung melalui Nonton Bareng di XXI Festival Citylink, film yang dibintangi Junior Roberts, Dosma Hazenbosch, Aldo Irawan Putra, Aulia Deas, Ruth Marini, serta penampilan spesial Della Dartyan ini akan hadir di bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.

