Marc Klok Jawab Tentang Isu Dirinya Jadi Walikota Bandung

Berita Lainnya

BANDUNG, INFOBDG.COM — Sepuluh tahun setelah memulai perjalanan panjangnya di sepak bola Indonesia, Marc Klok masih belum merasa waktunya untuk berhenti mengejar sesuatu.

Gelandang Persib Bandung itu justru memasuki musim ke-10 Liga Indonesia dengan ambisi yang tetap sama: memenangkan lebih banyak trofi dan meninggalkan sesuatu yang bisa dikenang setelah kariernya berakhir.

Klok telah merasakan tiga kali menjadi juara. Namun bagi pemain berusia 33 tahun tersebut, pencapaian itu belum cukup.

Target berikutnya sudah jelas.

“Target saya gelar keempat,” kata Klok.

Ambisi tersebut datang bersamaan dengan kesadaran bahwa perjalanan kariernya di Indonesia sudah memasuki fase yang panjang.

“Waktu berjalan sangat cepat,” ucapnya.

Klok juga menyinggung sebuah statistik yang menurutnya cukup spesial. Ia menyebut dirinya sebagai pemain dengan menit bermain terbanyak sepanjang sejarah Liga Indonesia.

Bagi Klok, angka tersebut bukan alasan untuk berhenti. Sebaliknya, catatan itu menjadi motivasi untuk terus mendorong dirinya lebih jauh.

“Tujuannya adalah terus mendorong diri dan terus memecahkan rekor,” ujarnya.

Namun yang ingin dikejar Klok bukan sekadar angka personal.

Ia ingin pencapaiannya bersama Persib memiliki arti lebih besar bagi klub, para pendukung, dan kota yang kini menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

“Saya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk klub, untuk orang-orang, untuk kota ini, membuat semua orang bahagia, dan mengejar trofi,” katanya.

Bagi Klok, trofi memiliki nilai yang berbeda dari sekadar statistik.

Ia tahu catatan pertandingan dan rekor dapat berubah seiring waktu. Namun gelar juara akan menjadi bagian dari warisan yang dibawanya setelah tidak lagi bermain.

“Karena ini sesuatu yang akan selalu bersama saya setelah karier saya berakhir,” tutur Klok.

Dan menurutnya, koleksi yang sudah dimiliki saat ini masih belum cukup.

“Saya pikir saya sudah punya banyak, tetapi masih belum cukup,” tambahnya.

PSM dan awal yang ingin berbeda

Langkah pertama menuju target tersebut akan dimulai ketika Persib menghadapi PSM Makassar.

Pertandingan ini memiliki makna tersendiri bagi Klok. Makassar merupakan bagian penting dari perjalanan kariernya di Indonesia. Ia juga pernah bekerja bersama pelatih PSM selama satu musim di sana.

Klok bahkan pernah meraih gelar Piala Indonesia bersama PSM.

Karena itu, laga pembuka musim bukan sekadar pertandingan biasa baginya.

“Ini selalu menjadi pertandingan spesial. PSM adalah tim saya dulu. Saya membangun sebagian besar karier saya di sana,” kata Klok.

Meski memiliki hubungan emosional dengan lawan, Klok tahu Persib membutuhkan awal yang kuat.

Ia mengingat bagaimana beberapa musim terakhir Persib tidak selalu mendapatkan awal ideal. Karena itu, kemenangan pada pertandingan pertama di kandang menjadi sesuatu yang ingin segera diwujudkan.

“Kita semua tahu bahwa bermain di kandang sendiri harus menang untuk mendapatkan awal yang bagus,” ujarnya.

“Dua atau tiga tahun terakhir mungkin kami selalu memiliki awal yang buruk. Jadi, semoga musim ini kami bisa memulainya dengan baik sejak awal dan itu membantu kami sampai akhir.”

Klok sudah memikirkan kehidupan setelah sepak bola

Ambisi Klok ternyata tidak hanya berhenti di lapangan.

Ketika masih aktif bermain, ia sudah mulai memikirkan kehidupan setelah sepak bola. Pada akhir September, Klok akan memulai program pendidikan daring selama satu semester di Universitas Harvard.

Baginya, pendidikan tersebut merupakan bagian dari persiapan menuju fase berikutnya dalam hidup.

“Ini program daring selama satu semester. Ini untuk masa depan saya, untuk belajar tentang misi, visi, dan mimpi saya setelah pensiun,” jelasnya.

Klok tidak ingin menunggu sampai kariernya benar-benar berakhir untuk mulai memikirkan apa yang akan dilakukan berikutnya.

Ia memilih memulainya sekarang, ketika masih bisa menikmati karier sebagai pesepak bola.

“Ada perjalanan lain setelah ini dan perjalanan itu sudah saya mulai sekarang,” katanya.

Di saat yang sama, Klok juga aktif dalam kegiatan sosial melalui Yayasan Go Kita.

Ia baru-baru ini membantu pembangunan sekolah di Bandung, yang menjadi sekolah kedua dalam program tersebut. Ada pula proyek lainnya di Cileunyi.

Sekolah tersebut diperuntukkan bagi sekitar 140 anak, sekaligus menyediakan tempat tinggal bagi sekitar 20 hingga 30 anak yang tidak memiliki rumah atau harus menempuh jarak jauh untuk bersekolah.

Bagi Klok, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan anak-anak kesempatan untuk memiliki kepercayaan diri dan memimpikan masa depan yang lebih besar.

“Saya sangat senang melihat mereka bahagia dan juga bangga. Semoga mereka mendapatkan inspirasi dan motivasi untuk memiliki masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Klok tidak melihat semua itu sebagai pekerjaan seorang diri. Ia justru menekankan pentingnya bekerja bersama orang-orang yang memiliki energi dan tujuan yang sama.

“Temukan orang-orang baik dengan energi dan semangat yang sama. Bersama-sama, kita bisa melakukan hal-hal luar biasa,” ujarnya.

Bukan soal politik

Satu hal lain yang sempat menarik perhatian publik adalah unggahan Klok dengan tulisan “Calon Wali Kota”.

Namun pemain Persib itu memastikan caption tersebut tidak berarti dirinya memiliki ambisi masuk ke dunia politik.

“Saya tidak ingin masuk politik,” tegas Klok.

Ketika ditanya apakah itu merupakan mimpi untuk masa depan, jawabannya juga singkat.

“Sekarang? Tidak. Itu bukan mimpi saya,” katanya.

Klok mengaku hanya membuat caption tersebut, meski ia menyadari mungkin ada masyarakat Bandung yang menginginkannya menjadi wali kota.

Untuk saat ini, fokusnya masih jelas.

Ia masih ingin bermain, masih ingin memenangkan pertandingan, dan masih ingin menambah koleksi trofi.

Musim ke-10 di Indonesia pun dimulai dengan tujuan yang sederhana namun ambisius: terus bermain, terus memecahkan rekor, dan mengejar gelar keempat.

 

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat