BANDUNG, INFOBDG.COM — Kondisi trotoar di kawasan Gasibu, Kota Bandung, menjadi sorotan setelah desainnya dinilai menyulitkan pejalan kaki. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun meminta fasilitas tersebut segera dievaluasi dan diperbaiki.
Trotoar yang berada di kawasan Jalan Sentot Aliansyah–Surapati itu memiliki perbedaan ketinggian cukup signifikan dengan badan jalan. Kondisi tersebut dikhawatirkan menyulitkan masyarakat, terutama lansia, anak-anak, serta penyandang disabilitas.
Dedi Mulyadi mengakui bahwa desain trotoar tersebut belum ideal. Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasa kesulitan menggunakan fasilitas publik tersebut.
“Saya melihat memang terlalu tinggi dan saya sudah meminta Kepala PU (DBMPR) untuk melakukan evaluasi dengan membuat undakan,” ujar Dedi dilansir dari Kompas.com.
Menurut Dedi, akses dari badan jalan menuju trotoar seharusnya tidak dibuat secara langsung dengan perbedaan ketinggian yang ekstrem. Pemerintah akan mengevaluasi titik-titik yang dinilai menyulitkan agar akses menuju trotoar lebih aman dan nyaman.
Ia meminta agar nantinya tersedia trap atau undakan sebagai akses bertahap menuju trotoar. Dengan begitu, masyarakat tidak harus menghadapi perbedaan ketinggian secara langsung ketika hendak naik maupun turun.
“Sehingga naiknya ada trap-nya (undakan), tidak langsung dari jalan raya ke trotoar,” katanya.
Selain akses naik-turun, aspek inklusivitas juga menjadi perhatian dalam rencana perbaikan. Dedi meminta agar jalur khusus bagi penyandang disabilitas turut disiapkan dengan standar yang memadai.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) akan melakukan evaluasi terhadap desain trotoar tersebut.
Dedi juga mengingatkan fungsi utama trotoar sebagai ruang bagi pejalan kaki. Karena itu, fasilitas tersebut diharapkan tidak digunakan untuk aktivitas lain yang dapat mengganggu mobilitas masyarakat.
“Dan dibuatkan jalur untuk penyandang disabilitas dengan satu catatan bahwa trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk pedagang, bukan untuk pemotor maupun pesepeda,” tegas Dedi.
Perbaikan trotoar Gasibu diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan ketinggian, tetapi juga menghadirkan ruang pejalan kaki yang lebih aman, nyaman, dan dapat digunakan seluruh lapisan masyarakat.

