BANDUNG, INFOBDG.COM — Persib Bandung akan memasuki periode yang menguji bukan hanya kualitas skuad, tetapi juga kemampuan mereka menjaga kondisi fisik di tengah jadwal yang padat.
Setelah menghadapi Persija Jakarta pada 12 September, Persib dijadwalkan terbang ke Korea Selatan untuk menghadapi FC Seoul di AFC Champions League Two pada 16 September. Hanya empat hari berselang, perjalanan Maung Bandung berlanjut ke Jepara untuk menghadapi Persijap.
Rangkaian tersebut membuat Haji Umuh Muchtar mulai menaruh perhatian pada satu hal: kebugaran pemain.
Bagi Haji Umuh, persoalannya bukan sekadar jumlah pertandingan. Perjalanan lintas negara dengan waktu pemulihan yang terbatas bisa menjadi beban tambahan bagi pemain, terutama ketika Persib harus langsung melanjutkan perjalanan ke pertandingan berikutnya.
“Jadwal kita sangat padat ini yang saya khawatirkan cederanya itu ya. Tapi mudah-mudahan tidak ada,” kata Haji Umuh.
Kekhawatiran itu semakin besar karena setelah meninggalkan Korea Selatan, skuad Persib tidak memiliki banyak ruang untuk benar-benar memulihkan diri.
Mereka akan kembali ke Indonesia sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jepara. Artinya, pertandingan di Korea Selatan bukan menjadi akhir dari rangkaian perjalanan panjang tersebut.
“Habis kan nanti kita pulang dari Korea kan langsung juga ke Jepara, jadi tidak pulang dulu ke Bandung,” ujarnya.
Situasi seperti ini membuat persoalan recovery menjadi sama pentingnya dengan persiapan taktik. Persib harus mempertahankan intensitas kompetisi domestik sambil menjalani perjalanan internasional dan menjaga pemain tetap tersedia.
Haji Umuh menilai kondisi tersebut semestinya menjadi perhatian dalam penyusunan kalender pertandingan.
“Harusnya ada jeda lah, minimal satu hari lagi, dua hari lagi diatur. PSSI harusnya bisa mengatur seperti itu,” katanya.
Ia menilai jeda singkat akan semakin terasa berat ketika pertandingan melibatkan perjalanan ke luar negeri.
“Pertandingan-pertandingan cuma dua hari, apalagi ini kita kan membawa nama Indonesia dan pergi pun juga di luar negeri. Ke Korea bukan dekat,” tutur Haji Umuh.
Persib sendiri akan memulai kompetisi domestik musim 2026/2027 dengan menjamu PSM Makassar di GBLA pada 6 September. Setelah itu, mereka bertandang menghadapi Persija sebelum menjalani laga tandang ke markas FC Seoul. (ileague.id)
Dengan demikian, pertandingan-pertandingan tersebut bukan berdiri sendiri. Setiap laga menjadi bagian dari rangkaian yang harus dilewati Persib dalam kondisi fisik yang tetap terjaga.
Namun di luar persoalan jadwal, Haji Umuh juga melihat ada satu modal penting yang harus dipertahankan Persib: kekompakan tim.
Ia secara rutin mengajak para pemain makan bersama sebagai cara untuk membangun kedekatan di dalam skuad. Baginya, tidak boleh ada sekat antara pemain lokal dan asing.
“Jadi tidak ada lokal, tidak ada asing, jadi semuanya harus berbaur dan tetap bersatu,” ujarnya.
Menurut Haji Umuh, suasana informal seperti makan bersama justru bisa membantu pemain membangun hubungan di luar lapangan. Mereka bisa berbicara, bercanda, dan mengenal satu sama lain tanpa batasan kelompok.
Di tengah jadwal yang menuntut fisik dan mental, hubungan seperti itu menjadi bagian penting dari perjalanan sebuah tim.
Untuk saat ini, Haji Umuh juga memastikan tidak ada pemain baru yang akan bergabung dengan Persib.
“Nggak ada lah, yang lain aja udah dicoret,” katanya.
Ketika kembali ditanya mengenai kemungkinan adanya pemain lain yang dicoret, ia memilih meminta publik menunggu.
“Tunggu aja nanti,” ujarnya.
Satu hal yang sudah pasti, Haji Umuh berencana ikut mendampingi Persib dalam perjalanan ke Korea Selatan apabila kondisi kesehatannya memungkinkan.
“Insya Allah kalau saya dikasih kesehatan, nanti saya siap lah berangkat,” tuturnya.
Bagi Persib, perjalanan menuju Korea Selatan akan menjadi salah satu ujian terbesar di awal musim. Bukan hanya karena FC Seoul menunggu di seberang lapangan, tetapi juga karena setelah peluit akhir berbunyi, perjalanan Maung Bandung belum selesai.
Dan bagi Haji Umuh, tantangan terbesar justru bagaimana Persib bisa melewati semuanya dengan pemain tetap sehat.

