BANDUNG, infobdg.com – Tahun ini,  Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat akan mulai fokus terhadap perbaikan jalan provinsi yang masih belum memenuhi standar. 

Hal ini disampaikan langsung oleh Kadis Bina Marga Jabar, Aa Koswara, pada Jumat (7/2), saat ditemui di kantor dinasnya, Jalan Asia Afrika No.79, Bandung.

Koswara memaparkan, demi memenuhi kriteria keselamatan pengguna jalan, pihaknya akan melakukan beberapa kegiatan. Salah satunya adalah menegaskan kembali standarisasi jalan provinsi.

“Standarisasi dilakukan melalui kegiatan peningkatan jalan, pelebaran jalan, juga kegiatan rehabilitasi untuk mengembalikan umur jalan,” beber Koswara.

Koswara menyebut, sebagian besar kondisi jalan di Jawa Barat masih belum memenuhi standar. Ia menjelaskan, untuk menjadi jalan provinsi, salah satu standarnya adalah memiliki lebar jalan minimal 7 meter.

“Dari 2360km jalan provinsi di Jabar, masih ada 70% jalan yang lebarnya belum memenuhi standar. Ini cukup berat,” ujar dia.

Selain itu, ada pula standarisasi perlintasan, keamanan, dan keselamatan yang mesti dimiliki sebuah jalan provinsi.

“Standar perlintasan, jalannya tidak boleh ada lubang atau bergelombang. Kemudian dari sisi keamanan dan keselamatan, harus diperhatikam rambu-rambu dan geometris jalan belokannya,” terang Koswara.

Menurutnya, ada beberapa kendala dalam pemenuhan standar jalan provinsi di Jawa Barat.

“Kendala standarisasi biasanya dari pengalihan status, yang asalnya jalan kabupaten menjadi jalur provinsi, itu kebanyakan lebar jalannya masih kurang. Contohnya di Sapan, Kab Bandung, yang awalnya jalur kabupaten selebar 5 meter sekarang dijadikan jalan provinsi,” tandasnya.

Untuk mengatasinya tentu tak mudah, melihat masih banyak jalan yang statusnya pengalihan. Koswara pun mengharapkan bantuan dari masing-masing kabupaten/kota agar jalan yang statusnya pengalihan tersebut bisa segera dilakukan pelebaran jalan.