BANDUNG, infobdg.com – Kontes Ternak dan Expo Pangan Murah akan segera dilaksanakan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, pada Sabtu (22/7) ini, di Kiarapayung, Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Dikatakan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar, Indriantari, bahwa kerja keras para peternak dalam menghasilkan hewan ternak yang berkualitas sejatinya harus diapresiasi.
“Sehingga kegiatan ini diharapkan dapat memberi ruang kepada mereka, untuk berekspresi melalui kontes hewan ternak,” ujar Indriantari.
Kontes yang diadakan mulai dari kontes ayam hias, ayam sentul, domba, sapi perah, hingga sapi potong.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut pun, turut dilaksanakan pameran peternakan, juga sosialisasi dan edukasi akan protein hewani kepada masyarakat.
“Kepada seluruh masyarakat Jawa Barat, bisa hadir memeriahkan kegiatan ini. Karena akan ada juga pasar murah yang menawarkan 11 komoditas pokok bagi masyarakat dengan harga di bawah pasar,” beber Indriantari, dalam Japri Volume 128 di Gedung Sate, Kamis (20/7).
Sekitar 1.500 peternak dari 27 kota/kabupaten akan hadir menyemarakkan acara ini. Peserta kontes ini pun merupakan hasil dari seleksi yang telah dilakukan sebelumnya. Selain itu, kontes ini juga menjadi media untuk menginformasikan kepada masyarakat, bahwa Jawa Barat memiliki genetik hewan ternak yang baik, sehingga perlu didukung dan diapresiasi.
“Kita ingin menyampaikan bahwa ada sumber daya genetik lokal Jawa Barat yang bisa kita kembangkan, seperti Domba Garut, Ayam Sentul dan Sapi Pasundan. Dan ingin menyampaikan ke masyarakat bahwa kita sudah pulih ekonomi kita pasca Covid dan PMK di Jawa Barat, dimana para pelaku usaha kita hadirkan disana. Ada kolaborasi dari hulu hingga hilir,” kata dia.

Indriantari pun menuturkan, tidak usah khawatir akan potensi tertular penyakit dari hewan. Sebab telah dipastikan, seluruh hewan yang datang sudah menjalani serangkaian pemeriksaan dan vaksin sebagai mitigasi.
“Jadi pertama, kita yakinkan ternak yang masuk adalah ternak sehat. Kemudian kita lakukan bio security untuk masuk ke area kita. Begitu juga sekembalinya. Kita pastikan sehat dan aman. Kita sampaikan ke pengirim ternak, jangan mampir kemana-mana. Jadi dari daerah asal langsung ke tempat tujuan untuk menghindari penularan dari lingkungan. Termasuk mitigasi anthrax. Kita yakinkan peserta itu sudah di vaksin. Ternak kita sebut peserta. Vaksin PMK, anthrax dan sebagainya,” tegas dia.
Indriantari berharap, acara ini dapat memotivasi para peternak agar semakin berkembang dan semangat dalam menghasilkan bibit berkualitas, dimana nantinya bermuara pada pemenuhan kebutuhan hewani bagi masyarakat Jawa Barat di masa depan.
”Target, peternak kita makin berkembang, menghasilkan bibit berkualitas, kemudian akhirnya pemenuhan kebutuhan pangan di Jawa Barat itu bisa dipenuhi dari Jabar,” tutup dia. ***


