Dua Pekan Berlangsung, 12.138 Pelanggar Lalu Lintas Terjaring Operasi Patuh Lodaya

Berita Lainnya

Pemkot Bandung Dukung Program Geber Masjid

BANDUNG, infobdg.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung program Gerakan Beberes Masjid (Geber Masjid) oleh Lembaga Zakat Infaq Sodaqoh (Laziz) Darul Hikam. Salah satu...

Kantongi IMB, Rumah Deret Tamansari Mulai Dibangun

BANDUNG, infobdg.com - Setelah kantongi IMB sejak 12 September lalu, Rumah Deret Tamansari mulai dibangun terhitung sejak akhir September 2020. Pada tahapan pertama, pembangunan...

Aparat, Single Terbaru dari Grup Band Tashoora

MUSIK, infobdg.com - Grup Band Tashoora yang beranggotakan Danang Joedodarmo, Dita Permatas, dan Gusti Arirang merilis lagu terbaru mereka yang berjudul “Aparat,” pada 16...

Pemkot Bandung Rencanakan Pasar Kreatif Jadi Agenda Tahunan

BANDUNG, infobdg.com - Melihat prospek gerakan Pasar Kreatif yang sudah terlaksana di delapan mall, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana menjadikan Pasar Kreatif sebagai agenda...

BANDUNG, infobdg.com – Selama hampir dua pekan pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2020, Polrestabes Bandung menindak sebanyak 12.138 pelanggar lalu lintas.

Humas Kota Bandung

Dari jumlah pelanggar dalam operasi tersebut, diketahui 6.020 pelanggar ditilang dan 6.118 pelanggar diberi teguran tertulis. Menurut Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung, AKP Galih Raditya, ada perbedaan Operasi Patuh Lodaya yang dilakukan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, operasi kali ini berlangsung saat masa pandemi Covid-19.

“Karena saat ini masih masa pandemi, ada beberapa perubahan pola-pola berjenjang yang dilaksanakan oleh Satlantas Polrestabes dalam melaksanakan penindakan saat operasi,” ungkapnya, Kamis (6/8).

Ia mengatakan, atas arahan dari Korlantas dan Ditlantas, pihaknya tidak boleh melaksanakan razia stasioner.

“Artinya, kita hanya melaksanakan penindakan penilangan terhadap pelanggar yang memang ditemukan lewat di jalan dan itu kasat mata,” lanjut Galih.

Dilaporkan Galih, kebanyakan pelanggaran yang ditemukan yakni melanggar marka, rambu, tidak memakai helm, atau melawan arus.

“Jadi saat anggota kita melaksanakan pengaturan, kemudian saat berdiri di pinggir jalan melihat ada yang melanggar itu langsung ditilang. Artinya kita tidak mencari-cari kesalahan masyarakat. Itu pelanggaran yang terlihat kasat mata oleh petugas di lapangan,” ungkap dia.

Galih berujar, selama Operasi Patuh Lodaya, jumlah kecelakaan lalu lintas pun ikut menurun.

“Dua pekan sebelum operasi terjadi kecelakaan sebanyak 26, sedangkan pada saat operasi terjadi 8 kecelakaan,” terangnya.

Sebelum pelaksanaan operasi ini, kata Galih, pihak Satlantas Polrestabes Bandung terus fokus pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Sebelummya kita tidak melaksanakan penilangan, pada saat Operasi Patuh Lodaya kita bisa menilang kembali. Sebelumnya fokus ke PSBB, agar masyarakat stay at home dan work from home,” katanya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Kuliner Bandung #DirumahAja

Keiko Food: Tetap Bisa Menikmati Suki Dimana Saja

KULINER, infobdg.com - Setelah sekian lama mimin nggak makan yang berkuah, gurih, dan juga pedas, akhirnya sekarang kesampaian juga. Mimin kemarin habis coba menu suki...

Troistan: Stok Dessert Kekinian Walau #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Ingin dessert kekinian yang bisa disimpan di lemari es dan bisa dimakan kapan aja? Troistan ini cocok banget buat stok dessert-nya...

Bacikom: Nikmati Baso Aci Instan Saat #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Wargi Bandung lagi kangen jajan baso aci nggak nih? Mimin mau kasih tahu baso aci instan yang bisa Wargi Bandung nikmati...