BANDUNG, infobdg.com – ABC bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Food Bank of Indonesia (FOI) meluncurkan program bantuan pangan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat di Jawa Barat. Sebagai bagian dari kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN), program ini bertujuan meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber protein bergizi, sekaligus mendukung pengurangan stunting di Indonesia.
Dalam kolaborasi ini, ABC mendonasikan lebih dari 120.000 produk sarden kepada lembaga pendidikan, seperti sekolah, PAUD, dan pesantren di 8 kabupaten di Jawa Barat. Selama dua bulan ke depan, lebih dari 1.000 relawan dan ibu-ibu penggerak akan terlibat dalam menyiapkan sedikitnya 240.000 porsi makanan bergizi seimbang yang mengandung ikan sarden ABC. Program ini bertujuan untuk memastikan anak-anak di daerah rawan gizi mendapatkan asupan protein hewani yang cukup.
“ABC berkomitmen tidak hanya memberikan inovasi produk terbaik untuk keluarga Indonesia, tetapi juga berperan aktif dalam pemenuhan gizi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat membawa dampak positif bagi masyarakat Jawa Barat yang lebih sehat,” beber Mira Buanawati, General Counsel ABC Indonesia, saat menggelar press conference di The Trans Luxury Hotel Bandung, Selasa (17/12)
Sementara itu, Dr. dr. Dodo Suhendar, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jawa Barat, menambahkan bahwa pemenuhan gizi masyarakat merupakan bagian dari upaya menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem di Jawa Barat.
“Kami menyambut baik program ini, yang memberikan akses pangan bergizi bagi masyarakat,” ujarnya.
Program bantuan pangan ini juga menggandeng Food Bank of Indonesia (FOI) sebagai mitra pelaksana. M. Hendro Utomo, Pendiri FOI, memastikan pihaknya akan berkolaborasi dengan orang tua dan guru untuk mendorong masyarakat, terutama anak-anak, agar gemar makan ikan, yang kaya protein.

Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan konsumsi ikan. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan konsumsi ikan, angka tersebut masih berada pada 57,91 kg per kapita per tahun, lebih rendah dari target 62,5 kg per kapita pada 2024.
“Kami mengapresiasi setiap kolaborasi yang mendukung budaya makan ikan. Produk ikan sarden seperti yang diberikan oleh ABC merupakan alternatif yang baik untuk mencapai gizi seimbang, terutama bagi mereka yang tidak memiliki akses mudah ke ikan segar,” ungkap Erwin Dwiyana, Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
Sarden ABC, yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, hadir sebagai sumber protein yang mudah diolah dan kaya akan Omega 3&6, DHA, Vitamin D, serta mineral seperti Kalsium dan Fosfor.
“Kami memastikan bahwa setiap produk sarden ABC diproses dengan standar kualitas tinggi dan tanpa bahan pengawet, pewarna, atau pemanis sintetis,” jelas Mira Buanawati.
Program ini merupakan bagian dari pilar Community Support & Healthy Living dalam komitmen ESG ABC Indonesia, yang telah mendistribusikan lebih dari 1 juta paket makanan sejak 2015. Pihaknya berharap, kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan gizi masyarakat, serta mendukung program pemerintah untuk memasyarakatkan makan ikan.***

