Tegur Pria Diduga Minum Miras, Satpam Pabrik di Cimareme Jadi Korban Penganiayaan

Berita Lainnya

BANDUNG BARAT, INFOBDG – Seorang petugas keamanan (satpam) pabrik di kawasan industri Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, menjadi korban penganiayaan setelah menegur sekelompok pria yang diduga sedang mengonsumsi minuman keras di depan pos penjagaan.

Korban bernama Atep (43) mengalami luka di bagian wajah, leher, dan kepala akibat sabetan senjata tajam dalam kejadian yang terjadi pada Minggu (19/7/2026) dini hari. Kasus tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah rekaman keributan beredar luas di media sosial, dilansir dari Kompas.com.

Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, kasus itu kini telah ditangani oleh Polsek Padalarang.

“Betul, ada penganiayaan yang dialami seorang security di Cimareme. Itu kejadian Minggu dini hari lalu, 19 Juli, baru viral kemarin, sudah ditangani Polsek Padalarang,” kata Gofur.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa bermula saat Atep sedang bertugas menjaga sebuah pabrik di kawasan industri Cimareme. Saat itu, ia melihat sejumlah pria yang diduga sedang pesta minuman keras di sebuah warung yang berada tepat di depan pos satpam.

Korban kemudian menegur kelompok tersebut. Namun, teguran itu diduga membuat mereka tersinggung hingga mendatangi pos penjagaan dan memicu cekcok.

Keributan yang semula hanya adu mulut kemudian berubah menjadi perkelahian. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat tiga pria mendatangi pos satpam dan terlibat perselisihan dengan korban. Tak lama berselang, tiga pria lainnya datang ke lokasi dan terlihat berusaha melerai pertikaian tersebut.

Korban kemudian dibawa masuk ke dalam area pabrik oleh beberapa orang. Namun, dalam insiden itu Atep diduga telah terkena sabetan benda tajam.

Polisi memastikan senjata yang digunakan pelaku merupakan pisau lipat.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka cukup serius di bagian wajah, leher, dan kepala. Atep sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Cahya Kawaluyan, Kabupaten Bandung Barat, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Kota Bandung karena kondisinya memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Iya korban luka, kena senjata tajam, cukup parah, sempat dibawa ke RS Kawaluyan terus dirujuk ke rumah sakit di Kota Bandung,” ujar Gofur.

Hingga kini belum ada informasi terbaru mengenai kondisi korban setelah menjalani perawatan.

Sementara itu, polisi telah mengamankan seorang pria berinisial Ikbal Supriadi (26) yang diduga sebagai pelaku penganiayaan menggunakan pisau lipat.

“Sudah ditangkap, diamankan untuk diproses,” katanya.

Saat ini, Polsek Padalarang masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain yang berada di lokasi saat peristiwa penganiayaan terjadi.

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat