Olahraga Ekstrem Kian Diminati, RS Murni Teguh Naripan Bandung Ingatkan Pentingnya Kenali Batas Tubuh Lewat Seminar

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com – Akhir pekan di Kota Bandung kini semakin identik dengan aktivitas olahraga. Jalur lari dipenuhi pelari, komunitas sepeda terus bertambah, sementara ajang marathon, trail running, wall climbing, hingga Hyrox semakin banyak diminati masyarakat. Di balik meningkatnya gaya hidup aktif tersebut, para tenaga medis mengingatkan bahwa olahraga berintensitas tinggi tetap membutuhkan persiapan yang matang agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Kesadaran itulah yang ingin dibangun RS Murni Teguh Naripan Bandung melalui seminar “Safe Pace Strong Heart: Rahasia FOMO Olahraga Ekstrem Tanpa Tumbang” yang digelar pada Sabtu (25/7/2026). Seminar ini mengajak masyarakat memahami pentingnya mengenali kemampuan tubuh, mengatur intensitas latihan, hingga mengetahui kapan harus berhenti berolahraga dan mencari pertolongan medis.

Direktur RS Murni Teguh Naripan Bandung, dr. Rully Sjambali, mengatakan tren masyarakat yang semakin gemar berolahraga merupakan perkembangan positif. Namun menurutnya, semangat tersebut perlu dibarengi dengan pemahaman mengenai kondisi kesehatan masing-masing.

“Minat masyarakat Kota Bandung untuk menjalani gaya hidup sehat lewat olahraga terus meningkat. Hampir setiap pagi dan akhir pekan kita bisa melihat ruang-ruang publik dipenuhi warga yang berolahraga, sementara komunitas seperti lari, sepeda, yoga, hingga dance juga terus berkembang,” katanya.

Press Conference dengan Direktur RS Murni Teguh Naripan Bandung, dr. Rully Sjambali (tengah) dan Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Ijan Aprijana (kiri)

Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apakah kondisi fisiknya sudah siap untuk mengikuti olahraga dengan intensitas tinggi. Karena itu, edukasi menjadi langkah penting agar aktivitas olahraga benar-benar membawa manfaat bagi kesehatan.

“Melalui layanan sport medicine yang kami miliki, kami ingin membantu masyarakat agar dapat berolahraga dengan lebih aman, sesuai kemampuan tubuh, dan meminimalkan risiko cedera,” ujarnya.

Salah satu materi dalam seminar membahas pentingnya menjaga kesehatan jantung saat berolahraga. Peserta diperkenalkan dengan cara sederhana untuk memperkirakan denyut jantung maksimal menggunakan rumus 220 dikurangi usia, sehingga intensitas latihan dapat disesuaikan dengan kemampuan tubuh dan risiko gangguan jantung dapat diminimalkan.

Tak hanya itu, aspek kekuatan otot dan sendi juga menjadi perhatian. Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Ijan Aprijana menilai banyak orang langsung tertarik mengikuti perlombaan atau olahraga ekstrem tanpa membangun fondasi kebugaran terlebih dahulu.

“Olahraga seharusnya meningkatkan kualitas kesehatan, bukan sebaliknya. Karena itu, masyarakat perlu memahami cara berlatih yang benar, dilakukan secara bertahap, terukur, dan sesuai kemampuan tubuh agar terhindar dari cedera maupun risiko kesehatan yang lebih serius,” katanya.

Menurutnya, kebugaran tidak dibangun hanya dengan rutin berolahraga. Latihan kardio, penguatan otot, dan latihan fleksibilitas perlu dilakukan secara seimbang. Selain itu, tubuh juga membutuhkan asupan nutrisi yang cukup, hidrasi yang baik, waktu istirahat yang memadai, serta pola hidup sehat, termasuk menghindari kebiasaan merokok.

Melalui kegiatan ini, RS Murni Teguh Naripan Bandung berharap masyarakat tidak sekadar mengikuti tren olahraga yang sedang populer. Pemahaman mengenai kesiapan fisik, kemampuan mengenali sinyal tubuh, serta pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti aktivitas berintensitas tinggi dinilai menjadi bekal penting agar olahraga tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keselamatan.***

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat