Gubernur Ridwan Kamil Kukuhkan Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar

Berita Lainnya

Simulasi Vaksinasi Covid-19 Tahap I di Jabar Bakal Digelar Pekan Ini

BANDUNG, infobdg.com - Dalam rangka merespons masuknya vaksin tahap pertama yang dibeli oleh pemerintah pusat dari tiga produsen vaksin yaitu Sinovac Biotech, Sinopharm, dan...

Yana Ajak Asosiasi Radio Tingkatkan Kualitas

BANDUNG, infobdg.com - Meskipun media informasi semakin beragam, namun radio masih memiliki tempat tersendiri di masyarakat. Selain lebih unggul dalam menyampaikan informasi dengan lebih...

Pertahankan Swasti Saba, Bandung Kejar 100% ODF

BANDUNG, infobdg.com - Dalam rangka mempertahankan predikat Swasti Saba, Forum Bandung Sehat (FBS) fokus mengejar target 100 persen Open Defecation Free (ODF),...

Pelatihan Terhadap 3.000 Relawan Covid-19 Jabar Mulai Dilaksanakan

BANDUNG, infobdg.com - Pelatihan terhadap 3.000 relawan Covid-19 se-Bandung Raya (Kota Bandung dan Cimahi serta Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Sumedang) mulai dilaksanakan pada...

BANDUNG, infobdg.com – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengganti Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 dengan mengukuhkan Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat.

Foto: Humas Jabar

“Kami tadi sudah melantik Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar untuk menggantikan Gugus Tugas (Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar), jadi tidak ada lagi istilah Gugus Tugas,” ujar Kang Emil, sapaan akrabnya, Senin (5/10).

Pengukuhan ini sesuai dengan Keputusan Gubernur (Kepgub) Jabar Nomor: 475.5/Kep.581-Hukham/2020 tentang Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar yang ditetapkan pada 1 Oktober 2020.

Adapun struktur Komite Kebijakan ini diketuai langsung oleh Ridwan Kamil, dan diwakili oleh Panglima Kodam/III Siliwangi, Panglima Kodam Jaya, Kapolda Jawa Barat, Kapolda Metro Jaya, Ketua DPRD, Kajati Jabar, Wakil Gubernur Jabar, serta para Wakil Ketua DPRD Jabar.

Selain itu, ada juga dewan pakar dari akademisi di bidang epidemiologi hingga pakar ekonomi serta pakar lainnya. Sementara Ketua Pelaksana dijabat oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jabar, Setiawan Wangsaatmaja.

“Struktur ini adalah struktur organisasi baru, menyesuaikan dengan struktur organisasi satuan tugas di pusat. Tentunya akan disinergikan dengan penanganan di Jawa Barat,” cetusnya.

Dengan dibentuknya pengukuhan komite ini, Kang Emil menginstruksikan Ketua Pelaksana Komite Kebijakan untuk memperkuat koordinasi dengan pihak-pihak terkait, serta melakukan laporan rutin kepada pimpinan agar mempermudah arahan.

“Juga jaga kekompakan. Kemenangan (melawan pandemi) kuncinya adalah kebersamaan, kejayaan kuncinya adalah kesatuan. Saya titip lupakan ambisi ego sektoran dan ego pribadi. Semua bersatu di sini (komite) agar Jawa Barat terbaik dan tercepat dalam pengendalian Covid-19,” tegas Kang Emil.

Merujuk pada Komite Penanganan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19 oleh pemerintah pusat, Komite Kebijakan di Jabar membawahi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Daerah Provinsi Jabar dengan Ketua Harian Daud Achmad dan Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Provinsi Jabar dengan Ketua Hasian Ipong Witono.

Demi mewujudkan Jabar sebagai provinsi terbaik dan tercepat dalam pengendalian Covid-19, Ridwan Kamil pun menjelaskan bahwa pihaknya telah merumuskan 36 indikator atau kategori yang saling berkaitan dalam penanganan pandemi global di Jabar.

“Satu indikator berhasil tapi indikator lainnya gagal, maka perang melawan Covid-19 tidak akan (berjalan) baik. Maka saya titip kepada Ketua Pelaksanan (Komite Kebijakan) untuk menyosialisasikan 36 indikator, sehingga Jabar satu irama dengan dasar keilmiahan,” ujarnya.

Kepada Satgas Penanganan Covid-19, Ridwan Kamil menuturkan, agar semua timnya dapat dengan segera menguasai 36 indikator itu. Kang Emil pun berharap kepada Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Provinsi Jabar, agar mereka bisa bernisiatif, proaktif, dan mengakomodasi semua strategi terkait dengan pemulihan ekonomi di provinsi yang penduduknya hampir 50 juta jiwa ini.

Dari sisi ekonomi, meskipun sedang pandemi, Kang Emil mengatakan, dari Januari hingga Agustus 2020 ekspor Jawa Barat tertinggi di Indonesia. Selain itu, investasi dan kenaikan pendapatan daerah dari pajak juga tinggi. Sehingga, untung mendorong ekonomi daerah Jawa Barat, Jabar pun akan fokus kepada UMKM dan daya beli masyarakat.

“Mari kompak bekerja sama menangani kesehatan dan memulihkan ekonomi,” tandasnya.

 

- Advertisement -
- Advertisement -

Kuliner Bandung #DirumahAja

Keiko Food: Tetap Bisa Menikmati Suki Dimana Saja

KULINER, infobdg.com - Setelah sekian lama mimin nggak makan yang berkuah, gurih, dan juga pedas, akhirnya sekarang kesampaian juga. Mimin kemarin habis coba menu suki...

Troistan: Stok Dessert Kekinian Walau #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Ingin dessert kekinian yang bisa disimpan di lemari es dan bisa dimakan kapan aja? Troistan ini cocok banget buat stok dessert-nya...

Bacikom: Nikmati Baso Aci Instan Saat #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Wargi Bandung lagi kangen jajan baso aci nggak nih? Mimin mau kasih tahu baso aci instan yang bisa Wargi Bandung nikmati...