Jelang September Akhir, Jabar Catat Lebih Dari 600 Ribu Pelanggaran Protokol Kesehatan

Berita Lainnya

Antisipasi Libur Panjang, Pemprov Jabar Laksanakan Operasi Gabungan ke 54 Destinasi Wisata

BANDUNG, infobdg.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah melaksanakan operasi gabungan bersama pemda kabupaten/kota dan TNI/Polri. Selama lima hari libur panjang cuti bersama,...

Hari Sumpah Pemuda, Aliansi Mahasiswa Kota Bandung Gelar Aksi Unras

BANDUNG, infobdg.com - Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Bandung melakukan aksi unjuk rasa (unras) di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan...

Polisi Tangkap 4 Pelaku Pemalsuan Uang, Ratusan Juta Uang Palsu Diamankan

BANDUNG, infobdg.com - Satreskrim Polrestabes Bandung berhasil tangkap empat orang pelaku pemalsuan uang di daerah Gegerkalong, Kota Bandung. Keempatnya berinisial AS (57), AS (38), MRS...

Satlantas Polrestabes Bandung Gelar Operasi Gabungan Penertiban Parkir Liar

BANDUNG, infobdg.com - Memasuki hari kedua Operasi Zebra 2020, Satlantas Polrestabes Bandung menggandeng jajaran Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, dan Polisi Militer (PM) untuk...

BANDUNG, infobdg.com – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melaporkan, bahwa hingga 26 September 2020 terdapat sebanyak 637.102 pelanggaran protokol kesehatan, baik dari perorangan maupun lembaga.

Foto: Humas Jabar

Jumlah tersebut terangkum sejak ditetapkannya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 60 Tahun 2020 mengenai Pengenaan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam Penanggulangan Covid-19 di Daerah Provinsi Jabar.

“Sebanyak 90% pelanggaran tertib kesehatan dilakukan oleh perorangan,” ungkap Emil, sapaan akrabnya, dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (28/9).

Sementara dari pihak Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jabar, M. Ade Afriandi mengatakan, pada 28 September-3 Oktober 2020 pihaknya akan melaksanakan operasi gabungan secara masif di 10 daerah. Kesepuluh daerah tersebut yakni Kota Bandung, Cimahi, Bogor, Bekasi, Cirebon, dan Kota Karawang.

“Operasi penegakan ini tidak hanya dilakukan di jalan maupun fasilitas publik, tapi kami juga akan melakukan operasi ke titik-titik yang berpotensi menyebabkan kerumunan,” terang Ade.

Ade pun mengatakan, operasi gabungan ini akan melibatkan banyak pihak, mulai dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar hingga Satpol PP Kabupaten/Kota.

Selain operasi penegakan, pihak Satpol PP Jabar juga akan melaksanakan Operasi Patroli Edukasi Masker di Lembur (SIPELEM) dengan mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat dan menjelaskan secara komprehensif tentang Pergub Jabar Nomor 60 Tahun 2020 ini.

“Sejauh ini, Satpol PP Kabupaten Sumedang, Kota Bogor, dan Kota Depok sangat intensif dalam melakukan operasi yang digelar tiap hari. Mereka juga sudah menerapkan sanksi berat terhadap pelanggar,” ujar Ade.

Sanksi administratif terhadap pelanggar SIPELEM akan dilakukan secara bertahap, yakni dengan sanksi ringan, sedang, lalu sanksi berat. Sanksi ringan hanya berupa teguran lisan dan teguran tulisan. Sanksi sedang berupa jaminan kartu identitas, melakukan kerja sosial, dan juga pengumuman secara terbuka.

Sedangkan sanksi beratnya berupa denda administratif, penghentian sementara kegiatan, penghentian tetap kegiatan, pembekuan izin usaha hingga rekomendasi untuk pencabutan izin usaha.

Agar penegakan protokol kesehatan di Jabar semakin kuat, Pemerintah Provinsi Jabar pun berupaya meningkatkan legalitas dari Pergub Jabar Nomor 60 Tahun 2020 menjadi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jabar.

Dengan adanya regulasi dan masifnya operasi penegakan ini, Ade berharap, masyarakat semakin sadar dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan ini. Sebab menurutnya, kesadaran dan kedisiplinan masyarakat amat penting dalam pencegahan penularan Covid-19.

“Jangan karena ada regulasi, masyarakat patuh menerapkan protokol kesehatan. Tapi masyarakat harus sadar betapa pentingnya protokol kesehatan itu bagi dirinya sendiri, keluarga, dan rekan terdekat di tengah pandemi Covid-19,” tegasnya.

- Advertisement -

Kuliner Bandung

Nasi Uduk Mak Ratu: Tempat Baru Menikmati Nasi Uduk di Bandung

BANDUNG, infobdg.com - Buat Wargi Bandung yang pengen makan siang pakai nasi uduk, pas banget nih, karena ada tempat nasi uduk baru bernama Uduk...

TeKoSu, Perpaduan Teh, Kopi, dan Susu Ala Tea Drink Yaa!

KULINER, infobdg.com - Berbagai olahan minuman kini jadi variatif ya Wargi Bandung! Setelah kemarin ramai dengan minuman thai tea dan dalgona kopi, sekarang udah...

Menyantap Masakan Rumahan Ala Kerinci di Noka Coffee & Kitchen

KULINER, infobdg.com - Wargi Bandung sekarang bisa banget loh kalau ingin mencicipi makanan rumahan bercitra rasa Kerinci yang berada di daerah Sumatera Barat. Telah...