BANDUNG, infobdg.com – Sebuah pipa milik PDAM Tirtawening pecah, menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga di Jalan Cibangkong Lor, RT 01 RW 5, Batununggal, Maleer, Kota Bandung.
Insiden ini terjadi pada Rabu (5/6) pukul 15.30 WIB dan membuat air meluap deras, mengakibatkan banjir dan ambruknya dua rumah. Dian Rudiyanto, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana pada Diskar PB Kota Bandung, menjelaskan bahwa ledakan dari pipa PDAM menyebabkan banjir yang merusak rumah-rumah warga. “Terjadi ledakan pukul 15.30 WIB, kemudian pembersihan rumah dibantu warga. Ada rumah Pak Bambang dan tetangganya yang roboh, kemudian warga langsung menghubungi ke emergency call dan kita proses,” ujar Dian.
Menurut data sementara, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi dua rumah yang dihuni oleh 10 orang mengalami kerusakan berat. Sebanyak 77 KK di RT 2 RW 5 juga terdampak oleh meluapnya air, namun jumlah rumah yang terdampak masih belum terdata. Selain banjir dan kerusakan rumah, pipa yang pecah juga mengakibatkan kirmir di gang padat pemukiman ambles.
“Selain itu aliran air yang deras membuat kirmir di tepi anak Kali Cikapundung roboh, sepanjang 50 meter dengan kedalaman 5 meter. Dua motor juga sempat ikut terseret, tapi sudah diselamatkan. Kerugian warga belum bisa diprediksi,” tutur Dian.
Ia menyebut bahwa sementara ini belum ada rencana penyediaan pengungsian bagi warga terdampak. Pelayanan air PDAM juga dihentikan sementara. “Mitigasi kami sementara mengimbau rumah yang dekat kirmir itu barang-barang dekat tembok bisa dievakuasi, untuk mengurangi beban. Penanganan dengan jajaran DSDABM memberi pembatas pada lokasi kejadian dan pembersihan material,” ucap Dian.
Sri, seorang warga di Jalan Cibangkong Lor, menceritakan bahwa ia mendengar suara pecahan dari pipa sekitar pukul 15.45 WIB, diikuti dengan semburan air yang meruntuhkan atap rumahnya. “Saya tiba-tiba kaget, baru keluar dari rumah atap saya ‘bruk!’ hancur. Saya lihat itu pipa PDAM nya pecah, pas depan rumah saya. Saya juga takut, pingin kabur, tiba-tiba keluar kayak air pancuran ke atas, kejadiannya sekitar jam setengah empat,” cerita Sri dengan mata berkaca-kaca.
Akibat kejadian ini, 90 ribu rumah di Kota Bandung akan mengalami gangguan suplai air. Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menyatakan bahwa Perumda Tirtawening akan bergerak cepat untuk menangani dampak kerusakan pipa. Pipa yang pecah adalah pipa yang mengalirkan air bersih dari Cikalong di Pangalengan ke Kantor PDAM di Badaksinga.
“PDAM langsung merespons dengan cepat dan akan bekerja malam ini juga. Tapi untuk memastikan posisinya kan harus ada alat-alat berat untuk masuk. Jadi kami mohon juga kepada masyarakat agar nanti kalau sudah ada yang bekerja untuk pembersihan reruntuhan bangunan tadi dan sebagainya mohon agar menjauh, dan pengerjaannya itu tiga hari,” kata Bey saat meninjau lokasi kejadian.
Proses pembersihan dan perbaikan pipa akan dilakukan lebih dulu, dengan estimasi pengerjaan selama tiga hari. Bey juga memastikan bahwa PDAM dan Pemerintah Kota Bandung akan menanggung semua kerusakan yang terjadi akibat insiden ini.
Dirut Perumda Tirtawening, Sonny Salimi, menyatakan bahwa penyebab jebolnya pipa masih belum diketahui dan perlu pembersihan area terlebih dahulu. Namun, dampaknya dirasakan oleh sekitar 90 ribu pelanggan, meskipun tidak sampai berhenti total karena produksi masih berjalan. Untuk menutupi kekurangan suplai 700 liter air per detik, akan dioptimalkan sistem penyediaan air bersih dari Dagobengkok dan Sabuga.
Bey Machmudin juga menambahkan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa, dua rumah mengalami kerusakan berat dan 77 keluarga terdampak. Masyarakat diimbau untuk bersabar dengan gangguan suplai air dan diharapkan memahami situasi darurat ini. PDAM juga akan menyuplai air bersih menggunakan kendaraan tangki air ke perumahan warga terdampak.

