BANDUNG, infobdg.com – Warga Bandung Raya diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi cuaca tersebut diprakirakan masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat pada awal November 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung menyebut Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Bandung termasuk wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan curah hujan dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BMKG Bandung, Suaidi Ahadi, menjelaskan kondisi atmosfer saat ini mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Jawa Barat. Aktivitas gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Kelvin turut berkontribusi terhadap pembentukan awan konvektif.
Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat menjadi salah satu faktor yang memasok uap air ke atmosfer. Kondisi tersebut diperkuat tingkat labilitas atmosfer yang memungkinkan terbentuknya awan hujan.
“Secara umum terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan di sebagian wilayah Jawa Barat. Potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi pada skala lokal dan durasi singkat,” kata Suaidi, dilansir dari ANTARA.

Dalam prakiraan periode 2–5 November 2026, Kabupaten Bandung dan Bandung Barat masuk wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada Selasa (3/11). Sementara itu, potensi hujan serupa pada Rabu (4/11) diprakirakan terjadi di Kabupaten Bandung bersama sejumlah daerah lainnya di Jawa Barat.
Potensi hujan di kawasan Bandung Raya masih perlu diwaspadai hingga periode 8 November 2026. Wilayah yang disebut mencakup Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Bandung.
BMKG mengingatkan peningkatan intensitas hujan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari genangan dan banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana diminta lebih memperhatikan kondisi lingkungan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Suaidi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan potensi bahaya. Warga juga diminta memahami risiko bencana di lingkungan masing-masing serta mengikuti arahan pemerintah daerah apabila terjadi kondisi darurat.
“Masyarakat juga diminta mengenali potensi risiko di lingkungan masing-masing, tetap tenang tetapi siaga, serta mengikuti arahan dan protokol evakuasi dari pemerintah daerah apabila terjadi bencana,” ujarnya.
Di tengah kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, masyarakat di Bandung Raya diimbau rutin memantau informasi dan peringatan dini cuaca melalui kanal resmi BMKG. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan saat berkendara maupun beraktivitas di luar ruangan, khususnya ketika hujan disertai angin kencang.***

