BANDUNG, infobdg.com – Polresta Bandung telah mengumumkan penerapan skema pengamanan berbasis tiga zona, yakni zona merah, kuning, dan hijau, untuk Pilkada Bandung 2024.
Dilansir dari detikJabar, skema ini dirancang untuk memetakan tingkat keamanan di berbagai wilayah selama pelaksanaan Pilbup Bandung mendatang.
Wilayah dengan status keamanan rendah akan diberi label hijau, di mana pengamanan akan dilakukan oleh petugas linmas dengan dukungan beberapa polisi. Di sisi lain, wilayah dengan status kuning dan merah akan mendapatkan perhatian lebih, dengan penambahan jumlah personel kepolisian karena tingkat kerawanannya yang lebih tinggi dibandingkan wilayah hijau.
Skema tersebut juga diiringi oleh langkah-langkah pengamanan tambahan yang akan diambil oleh polisi dan pihak-pihak terkait lainnya.
“Maksudnya berjenjang di sini adalah ada pola pengamanan yang mungkin situasinya TPS atau lokasi tersebut hijau, diamankan oleh beberapa linmas dan juga beberapa polisi, yang kuning sampai dengan merah sesuai dengan tahapan yang diperlukan,” jelas Plh Kapolresta Bandung, AKBP Maruly Pardede, dikutip dari detikJabar, Rabu (21/8).
AKBP Maruly Pardede juga menyebutkan bahwa total 1.765 personel akan dikerahkan untuk menjaga keamanan di 6.500 TPS yang tersebar di seluruh Kabupaten Bandung.
“Total itu sebanyak 1765 personil untuk mengamankan di 6500 TPS,” tambahnya.
Menurut AKBP Maruly, via detikJabar, pengamanan akan dilaksanakan sesuai dengan tahapan pemilu yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, petugas gabungan dari berbagai unsur akan ditempatkan di sejumlah titik strategis.
“Harapannya nanti dari personil-personil yang sudah terdiri dari beberapa unsur stakeholder terkait itu akan secara bersama-sama mengamankan tahapan-tahapan pemilu yang akan dilaksanakan ke depan,” tegasnya.
Ia juga optimistis bahwa para calon telah berhasil mensosialisasikan pesan-pesan penting kepada para pendukung mereka, sehingga kondusifitas dapat terjaga dengan baik.
“Kami yakin bahwa masyarakat Kabupaten Bandung siapa pun yang didukung, siapapun yang dipilih pasti akan taat pada aturan hukum dan menjaga kondisi kita dari Kabupaten Bandung,” ujar AKBP Maruly.
“Walaupun beda pendapat atau walaupun beda pilihan, tetap satu kita saudara, dan sama-sama kita menjaga agar Kabupaten Bandung ini tetap kondusif sampai dengan selesai,” tambahnya.***
sumber: detikJabar


