- Advertisement - Bapenda Bandung

Minimalisir Polusi Udara di Lingkunganmu Dengan Tanaman Berikut Ini

Berita Lainnya

- Advertisement - Bapenda Bandung

BANDUNG, infobdg.com – Polusi udara menjadi salah satu masalah lingkungan yang sedang banyak terjadi di beberapa kota besar di Indonesia belakangan ini. Dampak buruk polusi udara terhadap kesehatan manusia dan ekosistem sangatlah serius, bahkan penerapan Work From Home diberlakukan di daerah Jakarta. Kita sebagai warga pun bisa membantu dan membuat perubahan untuk membantu mengurangi polusi udara di lingkungan sekitar kita, yaitu dengan menggunakan tanaman penyaring udara.

Tanaman tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis dalam lingkungan, tetapi juga memiliki kemampuan alami untuk memerangkap partikel-partikel polutan di udara. Beberapa jenis tanaman memiliki potensi khusus dalam mengurangi polusi udara berkat kemampuan mereka dalam menyerap senyawa-senyawa berbahaya dan menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh lingkungan. Berikut adalah beberapa contoh tanaman yang telah terbukti efektif dalam membantu mengatasi polusi udara:

Lidah Buaya atau Aloe Vera

Tanaman lidah buaya tidak hanya dikenal karena manfaatnya dalam perawatan kulit, tetapi juga karena kemampuannya dalam menghilangkan senyawa-senyawa kimia berbahaya seperti formaldehida dan benzene dari udara.

Spider Plant

Tanaman ini memiliki karakteristik daun yang panjang dengan pola warna bergaris yang unik, selain itu tanaman ini tergolong mudah tumbuh dan sangat efisien dalam menghilangkan senyawa-senyawa seperti formaldehida, xylene, dan toluene yang sering ditemukan dalam bahan-bahan bangunan dan cat.

Bunga Krisan atau Chrysanthemum

Krisan (seruni atau teluki) adalah tanaman berbunga yang indah dan memiliki kemampuan untuk menghilangkan senyawa-senyawa seperti amonia dan benzena dari udara. Selain itu, bunga krisan juga dapat memberikan sentuhan dekoratif pada lingkungan dalam ruangan.

Sansevieria alias Lidah Mertua

Tanaman ini dikenal karena daya tahan yang kuat dan kemampuannya dalam menghilangkan senyawa-senyawa seperti formaldehida, nitrogen dioksida, dan benzene. Pada siang hari tanaman ini aktif menghasilkan oksigen dan memperbaiki sirkulasi udara, namun sebagai catatan, di malam hari tanaman Lidah Mertua sebaiknya disimpan di luar ruangan karena ia akan meyerap oksigen dan mengeluarkan partikel kotoran yang diserapnya di siang hari. Tak hanya kemampuannya sebagai anti polutan, tanaman Lidah Mertua ini juga cocok untuk memperindah kawasan rumah lho, karakteristik tanaman ini memiliki daun yang tebal dan berwarna hijau kuning dengan sedikit pola garis belang.

Areca Palm

Tanaman ini memiliki daun berbentuk palem yang indah dan efektif dalam menghilangkan senyawa-senyawa kimia seperti formaldehida dan xylene. Areca palm juga membantu menjaga kelembaban udara.

Chinese Evergreens

Tanaman hias Chinese Evergreens juga cocok digunakan untuk tanaman anti polutan lho Wargi Bandung. Tanaman ini mampu menghilangkan formaldehyde di udara, zat pemicu kanker.

Sirih Gading

Tanaman sirih gading merupakan tanamanan semi epifit yang merambat dan kebanyakan digunakan sebagai tanaman hias dalam ruangan atau pekarangan kecil. Selain sebagai tanaman hias, sirih gading juga sangat bermanfaat sebagai tanaman anti polutan, karena ia dapat menyerap racun di udara sekaligus menghasilkan oksigen. Bahkan berdasarkan sebuah penelitian, tanaman hias sirih gading disebut dapat menyerap 17,10% karbondioksida.

Kaktus

Kaktus adalah tanaman yang tahan kekeringan dan memerlukan sedikit perawatan. Meskipun memiliki ukuran yang relatif kecil, kaktus dapat membantu menghilangkan senyawa-senyawa seperti formaldehida dan benzene lho. Tanaman kaktus juga cocok sebagai penghias di dalam ruangan atau pun di luar ruangan. Wargi Bandung cukup memberikan air dalam jangka waktu 10 hari sekali, cukup mudah bukan?

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat