MUI Jabar: Shalat Idulfitri Boleh Dilaksanakan Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

Berita Lainnya

Pemkot Bandung Pastikan JPS Adil dan Tepat Sasaran

BANDUNG, infobdg.com - Agar masyarakat Kota Bandung bisa terbantu di tengah pandemi, penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) harus tepat dan adil. Hal itu...

Kota Bandung Belum Izinkan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga

BANDUNG, infobdg.com - Kegiatan olahraga yang melibatkan massa besar belum bisa dilaksanakan di Kota Bandung. Hal ini ditegaskan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, mengingat...

Pemkot Bandung Apresiasi Kesiapan Mall Hadapi AKB

BANDUNG, infobdg.com - Secara keseluruhan, Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna, menilai pengelola ma dan pusat perbelanjaan telah siap menghadapi Adaptasi...

Terapkan Protokol Kesehatan, Shalat Jumat di Masjid Al Ukhuwah Khusyu

BANDUNG, infobdg.com - Setelah lama tak gelar shalat berjamaah akibat pandemi virus Corona, pada Jumat (5/6) akhirnya Masjid Al Ukhuwah kembali laksanakan shalat Jumat...

BANDUNG, infobdg.com – Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Shalat Idulfitri saat Pandemi Covid-19, shalat Idulfitri diputuskan boleh dilaksanakan berjamaah maupun sendiri (munfarid) di masjid atau tempat terbuka apabila berada di kawasan yang tren kasus Covid-19 nya melandai dan menerapkan kebijakan pelonggaran aktivitas sosial, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Hal tersebut dipastikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat, Rahmat Syafei. “Yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah, maka shalat Idulfitri dapat dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, musala, atau tempat lain,” terang Rahmat, dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (15/5).

Sedangkan, umat Islam yang berada di zona merah Covid-19 atau tren kasus Covid-19-nya belum melandai, dapat melaksanakan shalat Idulfitri di rumah, baik berjamaah maupun sendiri. Adapun syarat shalat Idulfitri berjamaah di rumah minimal empat orang.

“Kalau kurang dari empat munfarid saja, kalau munfarid di rumah, tidak harus ada khotbah tidak harus dikeraskan bacaan salatnya,” lanjutnya.

“Jadi shalat Idulfitri itu tidak dilarang, hanya ada syarat untuk wilayah tertentu. Mudah-mudahan sembilan hari lagi kedepan kondisi Covid-19 menurun. Terkendali dan tidaknya tetap diserahkan kepada para ahli. Tadi disebutkan menunggu kajian,” ujar Rahmat.

Sementara mengenai tata cara takbir, Rahmat menuturkan, di tengah pandemi Covid-19 ini takbir dapat dikumandangkan oleh pengurus masjid. Sementara masyarakat, dapat mengumandangkan takbir di rumah masing-masing, dan tidak perlu berkerumun atau keluar rumah.

“Kami dari MUI berharap pemerintah segera melakukan kajian dan mengumumkan wilayah mana saja yang terkendali, sehingga masyarakat tenang dan tidak kebingungan untuk mengetahui boleh atau tidaknya malaksanakan shalat Idulfitri di lapang, masjid,” harap Rahmat.

- Advertisement -
- Advertisement -

Kuliner Bandung #DirumahAja

Keiko Food: Tetap Bisa Menikmati Suki Dimana Saja

KULINER, infobdg.com - Setelah sekian lama mimin nggak makan yang berkuah, gurih, dan juga pedas, akhirnya sekarang kesampaian juga. Mimin kemarin habis coba menu suki...

Troistan: Stok Dessert Kekinian Walau #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Ingin dessert kekinian yang bisa disimpan di lemari es dan bisa dimakan kapan aja? Troistan ini cocok banget buat stok dessert-nya...

Bacikom: Nikmati Baso Aci Instan Saat #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Wargi Bandung lagi kangen jajan baso aci nggak nih? Mimin mau kasih tahu baso aci instan yang bisa Wargi Bandung nikmati...