Nyapeda ke Sekolah Makin Diminati, B2W Dorong Jalur Sepeda Terproteksi di Bandung

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com — Bersepeda menjadi salah satu pilihan transportasi bagi sejumlah pelajar di Kota Bandung untuk berangkat ke sekolah. Namun, kebiasaan tersebut masih dibayangi persoalan keselamatan, terutama karena belum banyak tersedia jalur sepeda yang benar-benar terproteksi dari kendaraan bermotor.

Kondisi ini menjadi salah satu perhatian dalam Gerakan Nyapeda-Nyakola yang resmi digelar di Balai Kota Bandung, Sabtu (22/8/2026).

Guru SMPN 36 Bandung, Endang Mujiyatiningsih, mengatakan cukup banyak siswa di sekolahnya yang menggunakan sepeda untuk pergi ke sekolah. Namun, sebagian dari mereka masih membutuhkan pemahaman mengenai cara bersepeda yang aman dan tertib di jalan raya.

Menurut Endang, edukasi keselamatan tidak cukup hanya diberikan melalui penjelasan di lingkungan sekolah. Para pelajar juga perlu mendapatkan pengalaman langsung agar memahami situasi lalu lintas yang sebenarnya.

“Jadi intinya ikut begini tuh edukasi buat anak-anak. Kan kalau kita misalnya di sekolah aja kemudian memberikan edukasi tertib lalu lintas nggak bisa ya, abstrak ya, tapi kalau misalnya dengan jalan turun ke jalan jadi mereka sedikit-sedikitnya tahu gitu,” kata Endang.

Untuk mendukung edukasi tersebut, Endang bersama SMPN 36 Bandung turut membentuk komunitas sepeda dengan menggandeng Bike to Work, Bike Street, dan Polsku.

Ia menjelaskan, kondisi jalan di sekitar sekolah sebenarnya cukup mendukung aktivitas bersepeda karena lalu lintas tidak terlalu padat. Namun, kondisi jalan yang relatif lengang justru membuat kendaraan bermotor kerap melaju dengan kecepatan tinggi.

Karena itu, para siswa terus diingatkan untuk berada di sisi kiri jalan dan meningkatkan kewaspadaan saat bersepeda. Apalagi, lokasi sekolah berada di kawasan yang berdekatan dengan Pasar Induk Caringin.

Gerakan bersepeda di lingkungan sekolah mendapat respons positif dari para siswa dan kepala sekolah. Meski demikian, Endang mengakui masih ada orang tua yang belum memberikan izin kepada anaknya untuk bersepeda ke sekolah karena mempertimbangkan faktor keselamatan.

Sementara itu, Ketua B2W Bandung, Mochamad Andi Nurfauzi, mengatakan Gerakan Nyapeda-Nyakola juga menjadi upaya untuk menanamkan pemahaman keselamatan berlalu lintas kepada pelajar sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman bagi pesepeda.

B2W Bandung berencana melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah di Kota Bandung. Untuk tahap awal, pendampingan akan dilakukan di SMPN 55, SMPN 17, SMPN 13, dan SMPN 36.

Para pelajar nantinya akan mendapatkan materi mengenai tata cara bersepeda di jalan raya. Materi tersebut mencakup pemeriksaan kondisi sepeda, fungsi rem, perlengkapan keselamatan seperti helm, hingga penggunaan pakaian berwarna terang agar lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya.

Mereka juga akan diberikan pemahaman mengenai situasi ketika harus berpindah lajur, termasuk hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum berpindah dari sisi kiri menuju kanan jalan.

Namun, Andi menilai edukasi kepada pesepeda perlu dibarengi dengan pembenahan infrastruktur. Menurutnya, Kota Bandung masih membutuhkan jalur sepeda yang memiliki perlindungan fisik agar pesepeda tidak bercampur langsung dengan kendaraan bermotor.

Ia berharap pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan kebutuhan pesepeda, terutama setelah sejumlah kecelakaan yang melibatkan pesepeda terjadi di jalan raya.

Andi menilai jalur sepeda yang terproteksi dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus mencegah kendaraan bermotor menggunakan ruang yang seharusnya diperuntukkan bagi pesepeda.

“Kalau dari Pemkot sih sebetulnya kemarin kami baru dapat update-update aja ya terkait dengan perbaikan-perbaikan lajur sepeda. Kami sering mendapatkan update dari Dishub Kota Bandung misalnya, ‘Kang lagi ngebenerin ini jalur ini, lagi ngebenerin jalur ini’ dan lain-lain,” ujarnya.

Menurutnya, konsep jalur sepeda ideal dapat melihat penerapan di sejumlah wilayah lain, salah satunya Jakarta. Jalur pesepeda dibuat terpisah secara fisik menggunakan pembatas sehingga kendaraan bermotor tidak dapat dengan mudah masuk ke area tersebut.

“Kita bisa ambil contoh seperti di Jakarta sih ya, jadi memang ada jalur yang steril harusnya dari kendaraan bermotor dengan dibatasi oleh beton ya, stick cone beton gitu,” katanya.

Andi berharap pembenahan jalur sepeda di Bandung dapat terus dilakukan seiring dengan meningkatnya penggunaan sepeda sebagai moda transportasi pelajar. Edukasi dan infrastruktur yang memadai dinilai menjadi dua hal penting agar budaya bersepeda di kalangan pelajar dapat berkembang tanpa mengorbankan keselamatan.***

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat