PPMB Fikom Unisba 2026 Angkat Tagline KOMPAK, Bekali Mahasiswa dengan Skill Komunikasi Digital

Berita Lainnya

BANDUNG – Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menggelar rangkaian Penerimaan dan Penyambutan Mahasiswa Baru (PPMB) tahun 2026. Tahun ini, PPMB Fikom Unisba mengangkat tagline KOMPAK, yang merupakan singkatan dari Komunikatif, Adaptif, dan Berdampak.

Tagline tersebut menjadi gambaran arah pembelajaran dan kegiatan Fikom Unisba yang tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu komunikasi, tetapi juga mendorong mahasiswa agar mampu menghasilkan gagasan dan karya yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Wakil Dekan Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Fikom Unisba, Santi Indra Astuti, S.Sos., M.Si., mengatakan tagline KOMPAK sejalan dengan visi dan misi Fikom Unisba yang tahun ini banyak berfokus pada kegiatan komunikasi, baik di tingkat fakultas maupun mahasiswa.

Wakil Dekan Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Fikom Unisba, Santi Indra Astuti, S.Sos., M.Si.

“Komunikatif memang kata kunci komunikasi. Di era seperti sekarang, walaupun AI sudah ada di mana-mana, tetap manusia yang menjadi kendali kuncinya. Berkomunikasi dengan human touch tetap menjadi hal yang paling esensial dalam kehidupan,” ujar Santi, saat ditemui di acara PPMB Fikom Unisba, Sabtu (19/9/26).

Selain komunikatif, mahasiswa juga didorong untuk memiliki kemampuan adaptif. Perubahan teknologi dan pola komunikasi yang berlangsung cepat membuat mahasiswa, khususnya generasi Z, perlu memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai dinamika.

“Zaman sekarang cepat berubah. Kita berhadapan dengan teman-teman Gen Z yang menghadapi berbagai tantangan. Kita harapkan mereka juga cukup resilient menghadapi berbagai situasi. Salah satu kuncinya adalah mereka bisa adaptif,” katanya.

Konsep PPMB Fikom Unisba 2026 juga menyesuaikan dengan karakter komunikasi generasi muda yang semakin dekat dengan ruang digital. Sebelum bertemu secara langsung, mahasiswa baru diajak berinteraksi melalui media sosial.

Doc: PPMB Fikom Unisba 2026

Mereka diminta membuat konten perkenalan diri dan menunjukkan hal-hal yang menarik dari Fikom Unisba menurut perspektif masing-masing. Konten tersebut kemudian diamati dan diapresiasi oleh pihak fakultas, termasuk melalui berbagai kategori lomba seperti konten terbaik hingga reels terlucu.

“Beberapa dari kita turun untuk memberikan komentar. Itu cara kita dari awal untuk membuka hubungan dengan mereka,” ujar Santi.

Namun, rangkaian PPMB tidak berhenti selama dua hari penyambutan mahasiswa baru. Fikom Unisba telah menyiapkan sejumlah kegiatan lanjutan hingga menjelang pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS).

Salah satunya adalah workshop Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPKM) yang akan digelar sekitar satu minggu setelah kegiatan PPMB. Dalam workshop tersebut, mahasiswa baru akan diajak menyusun proposal penelitian dalam waktu satu hari.

Mahasiswa akan belajar melihat sebuah permasalahan, mengembangkan gagasan, hingga merancang solusi yang bernalar dan berbasis ilmu komunikasi. Proposal yang dihasilkan nantinya dapat menjadi bekal untuk mengikuti berbagai kompetisi penelitian maupun program lainnya.

Tak berhenti pada proposal, mahasiswa juga akan ditantang untuk membuat rencana aksi. Gagasan tersebut kemudian akan diwujudkan menjadi proyek sederhana yang dipersiapkan dan dieksekusi selama beberapa minggu.

“Kita ingin mereka melihat bahwa apa yang menjadi kegelisahan tidak sekadar menjadi kegelisahan, tetapi bisa dibuat secara produktif menjadi sesuatu yang bernilai sains dan punya impact ke masyarakat,” tuturnya.

Doc: PPMB Fikom Unisba 2026

Fikom Unisba juga melihat potensi besar yang dimiliki generasi muda dalam memproduksi konten digital. Kreativitas mahasiswa baru bahkan dinilai sudah berkembang sejak sebelum mendapatkan pembelajaran komunikasi secara formal di perguruan tinggi.

“Cara mereka memperkenalkan diri itu sudah another level. Kalau kita dulu gambar atau pose cantik, mereka pose bergerak, bikin animasi, keren banget. Ini belum dapat pelajaran komunikasinya, baru bekal dari sekolah. Buat kita, ini bibit-bibit unggul yang harus kita garap,” katanya.

Karena itu, Fikom Unisba berupaya memoles kemampuan tersebut dengan memberikan dasar-dasar komunikasi, mulai dari penyusunan pesan hingga kemampuan public speaking, sehingga kreativitas mahasiswa tidak hanya menarik secara visual tetapi juga memiliki pesan dan dampak.

Sejalan dengan perkembangan komunikasi digital, Fikom Unisba juga membuka empat peminatan, yakni Content Creator Specialist, Digital Communication Management, Entrepreneur Communication, dan PR Digital Professional.

Keempatnya dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan produksi konten, komunikasi digital, bisnis dan kewirausahaan, hingga pengelolaan reputasi serta branding.

“Pada kenyataannya semua orang harus bisa menjadi produser informasi. Seorang jurnalis harus bisa menjual sesuatu dengan tulisannya. Seorang marketer komunikasi juga harus tahu konten seperti apa yang bisa mem-branding produknya,” jelas Santi.

PPMB Fikom Unisba 2026 sendiri diikuti 158 mahasiswa baru dari berbagai daerah. Bahkan, mahasiswa yang diterima tahun ini berasal dari luar Pulau Jawa, termasuk Papua, serta memiliki latar belakang agama yang beragam.

“Kita ingin menunjukkan bahwa belajar itu bisa di mana saja,” pungkas Santi.***

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat