BANDUNG, infobdg.com — Panggung musik Indonesia kembali diramaikan oleh kolaborasi lintas generasi. Sejumlah musisi yang dikenal lewat band-band besar tanah air kini berkumpul dalam ROCK N ROLL THEATRE, sementara Sembilan Tera hadir membawa karya baru lewat single “Second Choice”.
Keduanya berada di bawah naungan Lokanada dan diperkenalkan dalam konferensi pers di Braga Sky, Bandung, Selasa (29/9).
ROCK N ROLL THEATRE hadir dengan konsep The Living Legends Supergroup. Grup ini mempertemukan Tony Vialy sebagai vokalis, Ferdy Tahier pada keyboard dan vokal, Eza Yayang di perkusi dan vokal, Gugun, Jarwo serta Edo Widiz pada gitar, Bongky Marcel di bass, dan Bimo Sulaksono sebagai drummer.
Nama-nama tersebut bukan wajah baru di industri musik. Para personelnya sebelumnya dikenal melalui Element, Naif, Slank, BIP, Gugun Blues Shelter, DOT, Bunga, Voodoo hingga Juliette.
Bukan cuma berkumpul di satu panggung, ROCK N ROLL THEATRE juga membawa kembali sejumlah lagu yang sudah lekat dengan telinga pendengar. Bedanya, lagu-lagu tersebut akan dikemas dengan aransemen baru.
Beberapa di antaranya yakni “Rahasia Hati” dan “Cinta Sejati” milik Element, “Kasih Jangan Kau Pergi” dari Bunga, “Mobil Balap” dan “Benci Untuk Mencinta” dari Naif, “Bukannya Aku Takut” dari Juliette, serta “Terlalu Manis” dan “Kamu Harus Cepat Pulang” dari Slank.
Ferdy Tahier menyebut lagu-lagu tersebut masih memiliki tempat bagi pendengar dari berbagai generasi.
“Sudah kita buktikan lagu-lagu kita itu didengar oleh lintas generasi. Jadi mudah-mudahan ROCK N ROLL THEATRE bisa menjadi sesuatu yang berbeda, karena kita membawa lagu-lagu yang sudah punya kenangan bagi banyak orang.”
Menurutnya, kehadiran ROCK N ROLL THEATRE bukan semata-mata untuk mengulang masa lalu. Para personel juga ingin tetap menghasilkan sesuatu yang baru.
“Jadi bukan sekadar membicarakan masa lalu atau nostalgia, tetapi bagaimana kita bisa terus berkarya dan menghadirkan sesuatu yang baru,” lanjut Ferdy.

Di sisi lain, Sembilan Tera memperkenalkan single terbaru berjudul “Second Choice”.
Lagu yang ditulis dan diciptakan Arie Axara tersebut mengangkat cerita tentang seseorang yang tetap bertahan dalam hubungan meski sadar dirinya bukan pilihan utama.
Sembilan Tera membalut cerita tersebut melalui warna alternative/emotional pop-rock dengan perpaduan lirik berbahasa Indonesia dan Inggris.
Arie mengatakan “Second Choice” menggambarkan proses panjang dari berharap, menunggu, hingga akhirnya berani menerima kenyataan.
“Second Choice bercerita tentang seseorang yang sadar bahwa dirinya bukan pilihan utama, tetapi tetap bertahan karena masih berharap. Sampai akhirnya dia menyadari bahwa berhenti menunggu untuk dipilih juga merupakan sebuah bentuk keberanian.”
Menurut Arie, cerita dalam lagu ini tidak ditempatkan sebagai perpisahan yang penuh amarah. Justru, “Second Choice” berbicara tentang penerimaan dan keberanian untuk melepaskan sesuatu yang sudah tidak perlu dipertahankan.
“Tidak ada kemarahan, tidak ada penyesalan. Ada fase ketika kita harus menerima bahwa tidak semua hubungan harus dipertahankan. Kadang, melepaskan justru menjadi keputusan yang paling jujur untuk diri sendiri,” ujarnya.
Kehadiran ROCK N ROLL THEATRE dan Sembilan Tera pun memperlihatkan dua pendekatan berbeda yang berjalan di bawah Lokanada.
ROCK N ROLL THEATRE mengandalkan kekuatan lagu-lagu yang telah menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia, sementara Sembilan Tera memilih memperkenalkan cerita baru lewat “Second Choice”.***

