BANDUNG, Infobdg.com — Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) mengukuhkan dua Guru Besar dalam Sidang Terbuka Senat yang digelar Sabtu (14/2) lalu, di Auditorium Smart Building UNIKOM. Dua akademisi yang menerima jabatan akademik tertinggi tersebut adalah Prof. Dr. Lilis Puspitawati, S.E., M.Si., Ak., CA., sebagai Guru Besar Bidang Sistem Informasi Akuntansi dan Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi Pemerintahan.
Sidang dipimpin langsung Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jawa Barat, Eddy Soeryanto Soegoto. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar memiliki makna strategis bagi institusi dan bangsa.
“Pengukuhan Guru Besar bukan sekadar seremoni administratif, melainkan lahirnya energi keilmuan baru bagi institusi. Profesor adalah simbol integritas akademik sekaligus penggerak transformasi riset agar tidak berhenti pada publikasi, tetapi berlanjut pada hilirisasi inovasi yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Prof. Eddy.

Ia juga menyoroti masih rendahnya rasio Guru Besar di Indonesia.
“Rasio Guru Besar kita masih berada di kisaran 3–4 persen dari total dosen nasional, jauh dari target ideal 10 persen menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, kehadiran Guru Besar baru harus mampu memperkuat kepemimpinan intelektual dan mendorong lahirnya profesor-profesor berikutnya,” tambahnya.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Lilis menekankan pentingnya integrasi kecerdasan buatan dalam sistem informasi akuntansi sebagai fondasi tata kelola modern. Sementara Prof. Dewi menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah relasi negara dan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa teknologi kini tidak lagi sekadar instrumen administratif, melainkan telah menjadi struktur sosial yang memengaruhi cara kekuasaan dijalankan dan partisipasi publik dibentuk.
Apresiasi juga disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman, yang menilai UNIKOM konsisten meningkatkan jumlah Guru Besar. Dengan total 11 profesor aktif, UNIKOM termasuk perguruan tinggi swasta dengan jumlah Guru Besar terbanyak di Jawa Barat dan Banten.
Pengukuhan ini sekaligus menegaskan langkah UNIKOM dalam memperkuat keunggulan akademik yang relevan dengan dinamika transformasi digital dan pembangunan berkelanjutan.***

