Skatepark Teuku Umar Bandung Bakal Pakai 30 Persen Lahan, Warga Masih Pertanyakan Nasib Lapangan Bola

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com – Rencana penataan Lapangan Teuku Umar di kawasan Taman Fitnes, Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, masih menuai keberatan dari warga. Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyebut kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi ruang olahraga multifungsi, warga mempertanyakan keberlanjutan lapangan sepak bola yang selama ini digunakan anak-anak untuk berlatih.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan, rencana pembangunan skatepark tidak dimaksudkan untuk menghilangkan fungsi lapangan sepak bola. Dalam desain yang disiapkan, arena skateboard direncanakan menggunakan sekitar 30 persen lahan, sedangkan 70 persen sisanya diperuntukkan bagi fasilitas publik dan aktivitas olahraga lainnya.

“Desainnya bagus, saya setuju, sekarang ada penolakan, silakan para komunitas ngobrol. Kita sudah siapkan anggaran dan pelaksananya, tinggal warga dan komunitas dialog, jangan saling berprasangka,” ujar Farhan, Kamis (29/10), dilansir dari Radar Bandung.

Area yang tersisa direncanakan dapat dimanfaatkan untuk sejumlah fasilitas, seperti jogging track, plaza, area duduk, serta lapangan futsal atau mini soccer. Pemkot Bandung berharap penataan tersebut dapat mengakomodasi kebutuhan berbagai komunitas olahraga tanpa mengesampingkan kepentingan masyarakat sekitar.

Namun, rencana tersebut belum sepenuhnya diterima warga. Sebagian masyarakat khawatir pembangunan fasilitas baru justru membatasi ruang bermain sepak bola yang selama ini bisa digunakan secara gratis, termasuk untuk kegiatan Sekolah Sepak Bola (SSB).

Penolakan warga sebelumnya disampaikan melalui pemasangan spanduk bertuliskan “Save Lapangan Teuku Umar”. Warga juga mempertanyakan proses sosialisasi dan pelibatan pengguna lapangan sebelum rencana penataan dijalankan.

Arbot, salah seorang pengguna lapangan, mengaku keberatan karena informasi mengenai perubahan kawasan tersebut baru diketahui warga menjelang dimulainya pekerjaan.

“Iya, jelas itu ga setuju lah. Karena ya ini masih aktif gitu. Kenapa tiba-tiba mau diubah jadi itu tanpa ada dialog sama yang pengguna fasilitas lah gitu,” kata Arbot, dilansir dari AyoBandung.id.

Warga menegaskan keberatan mereka bukan terhadap perbaikan fasilitas, melainkan kekhawatiran kehilangan ruang olahraga yang sudah lama dimanfaatkan. Mereka berharap pemerintah menjelaskan desain secara terbuka, termasuk pembagian area untuk sepak bola, skateboard, dan BMX.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi DPKP Kota Bandung, Nana Kurniawan, menyebut penataan dilakukan untuk memperbaiki kondisi kawasan yang dinilai kurang terawat. Ia menjelaskan bahwa lapangan tersebut dirancang menjadi ruang multifungsi, bukan semata-mata arena skateboard.

“Alhamdulillah desain segala macam sudah selesai. Jadi nanti itu lapang akan menjadi multifungsi,” kata Nana.

Polemik juga menyangkut perbedaan pandangan mengenai sosialisasi. Pihak pemerintah menyatakan komunikasi telah dilakukan melalui unsur kewilayahan, tetapi mengakui adanya kemungkinan kekurangan komunikasi. Sementara itu, perwakilan warga menyebut belum menerima penjelasan dan undangan pertemuan secara langsung.

Pemkot Bandung kini perlu memastikan dialog berlangsung dengan melibatkan warga sekitar, pengguna lapangan, serta komunitas skateboard dan BMX. Kejelasan desain dan kesepakatan mengenai fungsi setiap bagian lahan menjadi penting agar penataan tidak memicu konflik berkepanjangan.

Selain fasilitas olahraga, kawasan tersebut juga direncanakan memiliki sarana pendukung pengelolaan sampah organik berupa ranting dan daun yang melibatkan RW setempat.

Dengan anggaran sekitar Rp3 miliar, penataan Lapangan Teuku Umar diharapkan dapat menghadirkan ruang publik yang lebih tertata. Namun, penerimaan warga tetap menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar pembangunan fasilitas baru dapat berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat yang selama ini menggunakan lapangan tersebut.***

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat