Terlalu Selektif? Standar Tinggi Disebut Bikin 1,1 Juta Warga Bandung Belum Menikah

Berita Lainnya

BANDUNG, INFOBDG.COM – Bandung emang juara kalau soal suasana romantis, tapi ternyata banyak warganya yang justru lebih memilih buat “sendiri dulu”. Data terbaru dari BPS Kota Bandung menunjukkan angka yang cukup mencolok: ada sekitar 1,1 juta orang di Bandung yang statusnya masih belum kawin. Menariknya, angka ini didominasi oleh kelompok usia produktif antara 20 sampai 34 tahun.

Fenomena ini bukan sekadar urusan “belum ketemu jodoh”. Berdasarkan analisis situasi sosial dan ekonomi di Kota Kembang, ada beberapa alasan kuat kenapa angka jomblo ini begitu tinggi:

  1. Ekonomi & Kemandirian Finansial: Dengan UMK sekitar Rp 4,2 juta, banyak warga usia produktif merasa penghasilan tersebut hanya cukup untuk biaya hidup sendiri, belum lagi jika harus memikirkan cicilan properti di Bandung yang terus melambung.

  2. Fenomena “Waithood”: Adanya tren di mana anak muda lebih memprioritaskan penyelesaian pendidikan tinggi atau pencapaian karier tertentu sebelum berani berkomitmen secara serius.

  3. Paradox of Choice: Aplikasi kencan membuat orang merasa punya opsi yang tak terbatas, sehingga cenderung terus membandingkan dan sulit merasa puas dengan satu pasangan.

  4. Standar Kriteria Tinggi: Tingkat pendidikan yang merata di Bandung membuat orang mencari pasangan yang setara secara intelektual, visi, dan gaya hidup, yang seringkali sulit ditemukan.

  5. Trauma Sosial: Tingginya angka perceraian di wilayah seperti Kiaracondong membuat banyak orang menjadi lebih skeptis dan ekstra hati-hati dalam memilih pasangan hidup agar tidak mengalami kegagalan serupa.

  6. Perubahan Prioritas: Banyak individu, terutama wanita mandiri, yang kini memandang pernikahan bukan lagi sebagai satu-satunya jalan menuju kebahagiaan atau stabilitas ekonomi.

  7. Keterbatasan Waktu: Kesibukan kerja dan kemacetan Bandung seringkali menghabiskan waktu produktif, sehingga energi untuk mencari pasangan secara offline menjadi sangat terbatas.

Pada akhirnya, melajang di Bandung saat ini merupakan kombinasi kompleks antara tekanan finansial, standar hidup perkotaan yang tinggi, hingga faktor psikologis dalam memilih pasangan di era modern.

Referensi Data:

  • BPS Kota Bandung – Statistik Penduduk Belum Kawin 2024
  • Data Pengadilan Agama Bandung (Status Perceraian 2023-2024)
  • Teori Psikologi Sosial: “The Paradox of Choice” (Barry Schwartz)
Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat