BANDUNG, Infobdg.com — Antusiasme terhadap film Badut Gendong semakin terasa saat MAGMA Entertainment memboyong special screening ke Bandung. Bertempat di CGV Paris Van Java, pemutaran ini menjadi ajang pertemuan langsung antara penonton dengan kreator dan pemain film yang digadang-gadang membawa warna baru di genre horor Tanah Air.
Sutradara Charles Gozali bersama pemeran utama Marthino Lio hadir langsung menyapa penonton. Dalam kesempatan tersebut, Charles menegaskan bahwa Badut Gendong tidak sekadar mengandalkan elemen kejut atau visual mengerikan, melainkan menggali sisi psikologis dan emosi karakter.
“Yang lebih menarik sebetulnya sejauh mana kita membuat adegan dalam film Badut Gendong, karena belakangan film horor itu kalau enggak gore, enggak seram, kayaknya kurang buat sebagian penonton. Tadi juga ada yang izin pulang duluan karena gak kuat lihat adegannya,” ujar Charles, usai pemutaran.

Ia menambahkan, kekuatan horor dalam film ini justru lahir dari konflik batin yang dekat dengan realitas. Menurutnya, adegan yang paling membekas bukan selalu yang paling brutal secara visual.
“Sebetulnya yang paling sadis itu bukan adegan yang mukanya disobek. Tapi justru yang waktu lagi ada bayi, di mana Darso membunuh Yu Tini, yang tidak bersalah,” katanya.
Charles juga menekankan bahwa cerita dalam film ini dibangun untuk menunjukkan bagaimana dendam bisa berkembang menjadi sesuatu yang destruktif.
“Adegan itu sengaja dibuat sedramatis itu karena memang kita mau menunjukkan dendam jika dibiarkan itu akan menjadi sesuatu yang nanti betul-betul membuat kita tidak bisa lagi balik,” ujarnya.

Ia menyebut karakter Darso sebagai representasi “wong kalahan” yang terhimpit ketidakadilan hidup.
Respons penonton Bandung pun menunjukkan film ini berhasil menyentuh sisi emosional sekaligus memicu ketegangan. Banyak yang mengaku merasakan campuran rasa takut, iba, hingga tidak nyaman mengikuti perjalanan tragis para tokohnya.
Tak hanya menghadirkan pengalaman di dalam studio, atmosfer film juga dibawa langsung ke ruang publik. Kawasan Jalan Braga mendadak dipenuhi sosok Badut Gendong yang berparade bersama puluhan figur lainnya. Aksi ini menarik perhatian warga sekaligus menghadirkan sensasi horor yang terasa nyata di tengah kota.
Menariknya, sosok utama dalam parade tersebut diperankan langsung oleh Marthino Lio dengan balutan kostum yang menyeramkan. Ia mengungkapkan bahwa perannya dalam film ini melalui proses yang cukup panjang dan intens.
“Secara keseluruhan memakan waktu selama sebulan untuk workshop. Itu reading, latihan nari, latihan jula-juli, latihan fighting, latihan fighting sambil merem,” kata Marthino.
Ia juga menilai kekompakan tim produksi menjadi kunci kelancaran proses syuting.
“Kalau kesulitan di setiap produksi pasti ada kesulitan, tetapi enaknya syuting sama Magma ini kesulitan itu terasa mudah. Karena saling melengkapi,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama tim yang solid sangat membantu terutama saat menjalani adegan berisiko.
“Teamwork-nya oke banget,” tandasnya.
Dengan kombinasi horor psikologis, drama emosional, dan pendekatan cerita yang kuat, Badut Gendong digadang-gadang menjadi salah satu film yang memberi pengalaman berbeda bagi penonton. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 27 Mei 2026, bertepatan dengan momentum libur Lebaran Iduladha.***


