TV Satelit Bandung 132 Bantu Disdik Berikan Materi PJJ Siswa

Berita Lainnya

MASATA Dorong Desa Wisata Jadi Sentra Tumbuhnya Pendapatan Baru di Indoensia

BANDUNG, infobdg.com - Mendukung pariwisata Indonesia yang berkelanjutan, Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) menyelenggarakan focus group discussion (FGD) bertema "Pengembangan Desa Wisata Menuju 205 Desa...

Lembaga Pendidikan Bahasa Asing Polyglota Hadir Di Bandung

BANDUNG, Infobdg.com - Sekarang, memiliki kemampuan berbahasa asing sangat diperlukan. Selain menambah skill, fasih berbahasa asing pun bisa membuka peluang bisnis atau peluang-peluang lainnya....

Cegah Penyebaran Covid-19, Oded Keluarkan Inwal Penegakan Protokol Kesehatan

BANDUNG, infobdg.com - Sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Bandung, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengeluarkan Instruksi Wali Kota No 007 tahun...

Perketat Penanganan, Satgas Covid-19 Kota Bandung Bentuk 12 Tim Khusus

BANDUNG, infobdg.com - Untuk meminimalisir terjadinya penambahan covid-19 di Kota Bandung, Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung membentuk dua belas tim khusus. Dibentuknya tim...

BANDUNG, infobdg.com – Kehadiran TV Satelit Bandung 132 ditanggapi positif oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung. Pasalnya, materi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diberikan lebih komprehensif dan bisa mudah dipahami dengan pendekatan konten bermuatan lokal.

Foto: Humas Kota Bandung

Kepala Seksi Kurikulum PSMP Disdik Kota Bandung, Bambang Ariyanto mengungkapkan, Disdik telah menyurvei pelaksanaan PJJ. Hasilnya, PJJ tidak cukup jika mengandalkan pemberian tugas saja. Sehingga harus ada pembahasan materi yang lebih meluas. Dari hasil survei tersebut, 91,8% guru memberikan tugas, sedangkan 89,6% siswa bosan karena tugas.

“Jadi tidak ada narasumber ketika guru menyampaikan tugas maka anak hanya mengerjakannya. Bandung 132 ini melengkapi. Ketika diberikan tugas, ada narasumber yang juga itu guru sendiri,” papar Bambang, Jumat (23/10).

Untuk itu, kehadiran TV Bandung 132 memberikan peluang lebih besar kepada Disdik untuk memberikan materi PJJ lebih komprehensif. Bahkan bisa lebih spesifik sesuai tingkatan kelas dari SD hingga SMP. Ditambah dengan muatan lokal.

“Karena pemerintah diberikan 24 jam maka leluasa untuk melengkapi konten-konten yang seharusnya diberikan di kelas. Berbasis kompetensi dasar, sub tema dan pertemuan, semua mata pelajaran dan semua tingkat kelas ada,” ujar Bambang.

“Tentu saja sebelum semua konten ditayangkan, kami memvalidasi konten. Sehingga apa yang disampaikan sudah melalui tahapan proses, penyetandaran materi, validasi konten,  seleksi guru, pemetaan kompetensi dasar, pemetaan materi,” tambahnya.

Ia menyebutkan, keleluasaan memberikan materi PJJ melalui TV Bamdung 132 juga sekaligus untuk penyetaraan target kurikulum. Karena tidak menutup kemungkinan capaian kurikulum di tiap sekolah akan sedikit berbeda.

“Setiap sekolah berbeda memberikan kecepatan materi. Dengan televisi ini bisa untuk penyamaan kecepatan target kurikulum dan bisa mengukur ritmenya. Karena jumlah guru terlalu banyak sehingga kemarin kesulitan mengaturnya. Dngan ini bisa disamakan. Karena setiap sekolah ada target pencapaian kurikulum,” beber Bambang.

Bambang menuturkan, PJJ melalui TV Bandung 132 ini menggunakan narasumber dari guru sekolah di Kota Bandung, sehingga tercipta kedekatan yang lebih erat antara sekolah dengan murid ataupun orangtuanya.

Alhasil, para siswa lebih antusias karena menyaksikan gurunya hadir di televisi. Kemudian orangtua lebih aktif lantaran sudah memiliki kedekatan dengan para guru ataupun telah terjalin komunikasi yang baik bersama pihak sekolah.

“Kami meyerap keluhan orang tua siswa kaya kerinduan bertemu guru dan materi diterangkan. Tapi kami tidak punya media. Sekarang konten dan kreativitas guru difasilitasi,” terang dia.

Sementara itu, Ketua Bandung Economic Empowerment Center (BEEC), Ujang Koswara selaku fasilitator atas lahirnya TV Bandung 132 berkomitmen untuk menghadirkan tayangan hingga di level RT. Setidaknya mampu menjangkau 65 ribu siswa Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) yang kesulitan selama proses PJJ.

Sebagai komunitas kreatif yang lahir di Kota Bandung, Ujang memastikan BEEC akan membantu pemasangan piranti penerima siaran yakni set top box atau dekoder dan antena mini parabola di 5 ribu titik.

Sisanya, ia juga siap membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mencari suntikan dana dari bantuan sosial perusahaan. Sebab, mengingat keberadaan TV Bandung 132 yang hadir tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Ini problemnya tanpa anggaran. (Decoder) 5 ribu dari BEEC dan yang 5 ribu sisanya mencari partisipasi karena kondisinya darurat. Karena kalau pakai anggaran dan sejenisnya kita kehilangan momentum. Kalaupun bisa tahun depan,” kata Ujang.

Selain memberikan sokongan perangkat, Ujang juga memastikan BEEC akan ikut membantu untuk pemeliharaannya. Saat ini, perangkat untuk penerima siaran TV Bandung 132 sudah terpasang 1.000 unit yang tersebar di tingkat RT di Kecamatan Arcamanik dan Batununggal.

“Ini dihibahkan ke warga, tidak ada lagi di situ milik Pemkot Bandung. Serah terimanya langsung dari kawan-kawan saya yang nitip itu ke RT. Kalau ada masalah itu ada pengaduan nomor telepon di televisinya bisa menghubungi kita,” katanya. (asp)*

- Advertisement -

Kuliner Bandung

Santap Kuliner Angkringan ala Malioboro All U Can Eat di Mercure Bandung City Centre

KULINER, infobdg.com - Ada yang baru lagi nih di Mercure Bandung City Centre! Setelah sukses dengan angkringan Kardiman, Mercure Bandung City Centre kini kembali...

Sensasi Baru Santap Kuliner Khas Jepang di Urban Ninja Japanese Fusion

KULINER, infobdg.com - Wargi Bandung pecinta masakan Jepang? Berarti wajib banget cobain kuliner di resto baru berkonsep Jepang yang satu ini! Adalah Urban Ninja,...

Non Kitchen & Coffee Hadir Kembali, Cafe Cozy Buat Para Milenial Bandung

KULINER, infobdg.com - Masih ingat dengan Non Kitchen & Coffee? Yup! Cafe cozy buat para milenial di daerah Simpang Lima, Ahmad Yani, Bandung ini...