BANDUNG, infobdg.com – Suasana Auditorium lantai 17 Smart Building UNIKOM Bandung pada Sabtu, 2 Agustus 2025, terasa berbeda dari biasanya. Ratusan pimpinan perguruan tinggi swasta dari seluruh Indonesia berkumpul dalam satu agenda penting yakni Musyawarah Nasional (Munas) ke-7 Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI). Dengan mengusung tema “Transformasi Perguruan Tinggi Swasta Berdampak untuk Indonesia Emas 2045”, forum ini menjadi ajang konsolidasi besar-besaran bagi para pengelola kampus swasta untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting nasional, mulai dari Menko PMK Prof. Dr. Pratikno, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, hingga perwakilan dari DPR RI, Kemendikbudristek, LLDIKTI, dan pejabat daerah Jawa Barat. Tak kurang dari 400 peserta yang terdiri dari rektor dan pimpinan PTS turut meramaikan kegiatan ini.
Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Wilayah IV Jabar-Banten, Prof. Eddy Soeryanto Soegoto, menegaskan bahwa Munas ini bukan sekadar ajang lima tahunan. Ada dua agenda penting yang dibahas. Pertama, merumuskan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi PTS saat ini. Kedua, memilih Ketua Umum APTISI untuk periode 2025–2030, yang akan memegang kendali arah perjuangan APTISI ke depan.
Puncak dari sidang pleno menetapkan Dr. Budi Djatmiko sebagai Ketua Umum APTISI untuk periode kedua secara aklamasi. Proses pemilihan yang berjalan mulus ini dinilai mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan tekad membangun organisasi yang lebih solid.
Dalam sambutannya, Budi Djatmiko menyoroti pentingnya peran PTS dalam pemerataan pendidikan tinggi di Indonesia. Ia juga menyarankan agar penerimaan mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dibatasi agar tidak mematikan peran PTS.
“PTN ke depan harus lebih fokus pada riset di level S2 dan S3. Untuk jenjang D3 dan S1, biarlah PTS yang lebih aktif mengambil peran,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia menegaskan bahwa salah satu strategi besar menuju Indonesia Emas 2045 adalah dengan meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi. Menurutnya, program KIP Kuliah yang saat ini banyak dinikmati mahasiswa PTS harus terus diperluas sebagai alat utama peningkatan akses pendidikan.

Dari sisi pemerintah daerah, Sekda Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, yang hadir mewakili gubernur, menyebut tema Munas sangat tepat di tengah tantangan bangsa saat ini. Ia menyebut perguruan tinggi, termasuk PTS, punya peran penting dalam menciptakan solusi bagi pembangunan dan masa depan Indonesia.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, juga menegaskan bahwa kontribusi PTS sangat vital dalam mencetak SDM unggul dan karakter kuat. Ia menyebut keinginan Presiden untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan tercapai tanpa kualitas sumber daya manusia yang baik, dan di sinilah peran PTS menjadi sangat penting.
Selain agenda sidang pleno dan pemilihan ketua umum, Munas juga melahirkan “Deklarasi Bandung” yang berisi 10 poin rekomendasi strategis bagi pemerintah. Di antaranya, mendesak alokasi anggaran pendidikan secara adil, meminta KIP Kuliah kembali dikelola penuh oleh Kemendikbudristek, hingga usulan agar badan penyelenggara pendidikan dibebaskan dari kewajiban pajak karena bersifat nirlaba. Ada juga seruan perlindungan pendidikan dari dampak negatif teknologi seperti judi online dan pinjaman ilegal.
Sebagai tuan rumah, UNIKOM tak hanya menunjukkan kapasitasnya sebagai kampus teknologi unggul, tapi juga membuktikan komitmennya dalam membangun masa depan pendidikan tinggi yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.***


