BANDUNG, infobdg.com – Bandung kembali menorehkan langkah progresif di bidang pendidikan teknologi. Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) resmi menghadirkan UNIKOM X Google Learning Center, laboratorium Artificial Intelligence (AI) hasil kolaborasi strategis bersama Google. Peresmian digelar Rabu, 4 Maret 2026, di Ruang L.018 Smart Building UNIKOM.
Kehadiran fasilitas ini menempatkan UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menghadirkan pusat pembelajaran AI terintegrasi langsung dengan ekosistem teknologi Google. Acara peresmian dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai dari rektor, wakil rektor, dekan, hingga ketua program studi, serta perwakilan Google for Education Indonesia dan mitra strategis.

Rektor UNIKOM, Prof. Eddy Soeryanto Soegoto, menegaskan bahwa pembangunan laboratorium AI merupakan respons atas percepatan transformasi digital global yang semakin masif.
“UNIKOM mengambil posisi progresif dengan membangun kolaborasi bersama Google melalui program Google Learning Center. Kolaborasi ini menjadikan UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menghadirkan pengembangan laboratorium AI berbasis kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi global tersebut. Ini bukan sekadar simbol kerja sama, melainkan wujud komitmen untuk menghadirkan standar pembelajaran dan ekosistem teknologi kelas dunia di lingkungan kampus,” ujarnya.
Menurutnya, era saat ini ditopang oleh kecerdasan buatan, komputasi cerdas, dan integrasi sistem berbasis data. Karena itu, kehadiran laboratorium AI bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis sekaligus investasi jangka panjang bagi institusi pendidikan tinggi.
Senada dengan itu, Deputi Wakil Rektor IV sekaligus Koordinator Tim Eduplus UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, menyebut momentum peresmian ini sebagai titik awal penguatan ekosistem AI di lingkungan kampus.
“Hari ini merupakan momentum penting. Fasilitas yang sebelumnya telah dipersiapkan secara bertahap kini resmi dapat dimanfaatkan secara optimal. Ke depan, penguatan kurikulum berbasis kecerdasan buatan menjadi kebutuhan strategis. Ruang lingkup program ini tidak terbatas pada pengajaran semata. Kami juga membuka peluang kolaborasi riset, pendampingan industri, hingga program pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.
Dari pihak Google, Country Lead Google for Education Indonesia, Olivia Basrin, mengapresiasi langkah UNIKOM sebagai pelopor AI Center berbasis kolaborasi strategis di Indonesia.
“Kami sangat mengapresiasi langkah progresif UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menghadirkan AI Center melalui kolaborasi strategis dengan Google, sebuah inisiatif yang sebelumnya telah dijalankan di Singapura dan Korea Selatan dan kini dipelopori di Indonesia oleh UNIKOM. Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memberikan dampak bagi UNIKOM, tetapi juga menjadi inspirasi dan katalis bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk turut mengembangkan ekosistem AI yang terintegrasi dan berdaya saing global,” tegasnya.
Secara fasilitas, UNIKOM X Google Learning Center dirancang dengan konsep ruang fleksibel dan kolaboratif. Area utama (Main Area) menjadi ruang terbuka untuk eksplorasi dan diskusi. Selain itu tersedia dua ruang fokus berkapasitas empat orang untuk pengembangan proyek dan riset kolaboratif, serta satu ruang fokus ultra untuk kebutuhan kerja individu dengan konsentrasi penuh dalam pengembangan model dan eksperimen berbasis AI.
Laboratorium ini terbuka bagi mahasiswa, dosen, dan seluruh sivitas akademika UNIKOM. Selain mendukung proses pembelajaran, fasilitas tersebut juga diarahkan untuk pengembangan riset, kolaborasi industri, hingga implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi berbasis teknologi.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti, dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas laboratorium. Kolaborasi ini sekaligus mempertegas posisi UNIKOM sebagai kampus berbasis teknologi yang berorientasi global dan berperan aktif dalam percepatan transformasi digital di Indonesia.***

