BANDUNG, infobdg.com — Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menerima 1.552 mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026/2027. Prosesi penerimaan mahasiswa baru digelar melalui Sidang Terbuka Senat di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Dies Natalis ke-26 UNIKOM. Sidang dihadiri jajaran pimpinan, sivitas akademika, dan mahasiswa baru UNIKOM.
Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., mengatakan proses penerimaan mahasiswa baru telah dilakukan melalui delapan gelombang Ujian Saringan Masuk Berbasis Komputer (USMBK) sejak Januari hingga Agustus 2026.
Selain jalur USMBK, UNIKOM membuka penerimaan melalui jalur rapor, prestasi akademik dan non-akademik, KIP, serta beasiswa anak guru.
“Dari seluruh rangkaian penerimaan tersebut, sebanyak 1.552 mahasiswa dinyatakan lulus dan diterima sebagai mahasiswa baru UNIKOM Tahun Akademik 2026/2027,” ujar Agus.
Mahasiswa baru tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah mahasiswa juga berasal dari luar negeri, antara lain Mesir, Madagaskar, dan Australia.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNIKOM Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., mengingatkan mahasiswa baru agar tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik dan penguasaan teknologi.
Menurut dia, mahasiswa perlu mengembangkan kreativitas, inovasi, jiwa entrepreneur, serta kemampuan menciptakan nilai tambah melalui teknologi.
Hal tersebut dinilai penting seiring perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin pesat.

“You are creative,” kata Eddy dalam sambutannya kepada mahasiswa baru.
Eddy mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan AI sebagai sarana pendukung pembelajaran, penelitian, analisis data, pengembangan program, hingga penciptaan inovasi.
Namun, penggunaan teknologi tersebut tetap harus dilakukan secara bertanggung jawab. Mahasiswa diminta tidak menjadikan AI sebagai pengganti proses belajar, termasuk dalam pengerjaan tugas, skripsi, tesis, maupun disertasi.
UNIKOM juga mengembangkan ekosistem pembelajaran berbasis AI melalui AI Learning Center/Lab AI UNIKOM serta kolaborasi dengan Google.
Selain kemampuan akademik dan teknologi, Eddy mendorong mahasiswa aktif mengikuti organisasi dan kegiatan kemahasiswaan. Menurutnya, aktivitas tersebut dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab.
Rangkaian Sidang Terbuka Senat juga diisi dengan pemberian beasiswa dan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi, dosen dan karyawan teladan, serta sivitas akademika yang telah mengabdi selama 25 tahun.
Setelah prosesi penerimaan, mahasiswa baru mengikuti rangkaian pembekalan yang berlangsung pada 21–26 September 2026. Kegiatan tersebut mencakup pengenalan lingkungan akademik, visi dan misi UNIKOM, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT), serta berbagai layanan dan unit di lingkungan UNIKOM.
Melalui rangkaian tersebut, mahasiswa baru diharapkan mampu beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi sekaligus mengembangkan kompetensi, kreativitas, dan kemampuan memanfaatkan teknologi untuk menghadapi perubahan di masa depan.***

