Yana: Jika Kasus Positif di Sebuah Wilayah Tinggi, PSBMK Bisa Jadi Pilihan

Berita Lainnya

Masih Tunggu Kepastian Liga 1, GBLA Siap Jadi Markas Persib Lagi

BANDUNG, infobdg.com - Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) siap digunakan sebagai markas Persib Bandung pada lanjutan Liga 1 2020, hal ini dijamin langsung...

Tergerus Sosmed Akibat Pandemi, DPR Minta Pemerintah Bantu Media

BANDUNG, infobdg.com - Pandemi Covid-19 di Indonesia dianggap berdampak memberi tekanan pada industri media. Bahkan, sektor iklan maupun kerjasama komersil yang diperoleh media semakin...

Belanja Oleh-Oleh Bandung Sambil Makan di Sprekken Cafe & Resto by Deenhag Kleppertart

KULINER, infobdg.com - Wargi Bandung, siapa sih yang gak tahu toko oleh-oleh Deenhag Kleppertart? Yup! Toko kue ini sudah terkenal sejak tahun 2005 dan...

Jelang September Akhir, Jabar Catat Lebih Dari 600 Ribu Pelanggaran Protokol Kesehatan

BANDUNG, infobdg.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melaporkan, bahwa hingga 26 September 2020 terdapat sebanyak 637.102 pelanggaran protokol kesehatan, baik dari perorangan maupun...

BANDUNG, infobdg.com – Pemkot Bandung tetap melakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diperketat. Namun, jika terjadi penambahan kasus positif yang cukup banyak di sebuah wilayah, maka Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) akan jadi pilihan.

Humas Kota Bandung

Hal ini ditegaskan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana. Ia mengatakan, jika menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bandung, akan ada konsekuensi yang timbul dari berbagai aspek. Oleh karena itu, Kota Bandung memilih pemberlakuan AKB yang diperketat.

“Kalau PSBB itu banyak konsekuensinya. Kita harus mengajukan izin. Termasuk menyiapkan JPS (Jaring Pengaman Sosial) dan sumber daya lainnya. Hal yang paling memungkinkan itu PSBMK, seperti Secapa. Itu hasilnya baik,” kata Yana, Rabu (16/9).

Menurutnya, PSBMK yang diterapkan di wilayah tersebut beberapa waktu lalu cukup berhasil. Karena skala mikro dengan partisipasi warga yang benar-benar saling menjaga dibandingkan dengan skala besar.

“PSBMK bisa diterapkan di sebuah wilayah jika memang skala mikro dan trennya luar biasa, estimasi reproduksinya, dan itu sesuai domisili kasus positif,” bebernya.

“Ada parameter yang digunakan PSBMK. Parameternya estimasi reproduksi, bisa saja itu dilihat nanti per skala kecamatan dan kelurahan. Tapi cukup banyak juga kecamatan yang zero kasus covid-19 nya,” lanjut Yana.

Oleh sebab itu, hingga saat ini Kota Bandung tetap melakukan AKB yang diperketat. Namun, warga diimbau untuk punya kewajiban saling mengingatkan.

“Pengawasan itu harus dilakukan oleh seluruh masyarakat, makanya ada Lembur Tohaga Lodaya. Kuncinya semua masalah bisa diselesaikan di wilayah masing-masing oleh warga sekitar,” ungkap Yana.

“Termasuk kalau ada yang posititf bisa dijaga oleh tetangganya. Tetangga memberi kebutuhan sehari-harinya,” tandasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Kuliner Bandung #DirumahAja

Keiko Food: Tetap Bisa Menikmati Suki Dimana Saja

KULINER, infobdg.com - Setelah sekian lama mimin nggak makan yang berkuah, gurih, dan juga pedas, akhirnya sekarang kesampaian juga. Mimin kemarin habis coba menu suki...

Troistan: Stok Dessert Kekinian Walau #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Ingin dessert kekinian yang bisa disimpan di lemari es dan bisa dimakan kapan aja? Troistan ini cocok banget buat stok dessert-nya...

Bacikom: Nikmati Baso Aci Instan Saat #DiRumahAja

KULINER, infobdg.com - Wargi Bandung lagi kangen jajan baso aci nggak nih? Mimin mau kasih tahu baso aci instan yang bisa Wargi Bandung nikmati...