BANDUNG, infobdg.com – Sepanjang tahun 2019, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) berhasil menangani beberapa kejadian yang tak hanya insiden kebakaran saja, melainkan juga masalah hewan hingga cincin yang sulit dilepas.

Foto: Humas Kota Bandung

Petugas Diskar PB menangani 13 kejadian orang yang masuk ke sumur, 4 kali upaya pencarian orang tenggelam, 16 kali menangani cincin yang sulit terlepas dari jari, dan beberapa kejadian lainnya.

“Sesekali menangani kaki anak terjepit, kasus tangan anak nancap di pagar besi. Kita juga sekali menangani orang tersengat listrik, lalu ada yang terjebak di bangunan ambruk dan juga sekali mengurus anak yang terkunci di ruangan,” beber Kepala Diskar PB Kota Bandung, Dadang Iriana.

Diskar PB pun ikut terlibat menangani 9 kali kecelakaan lalu lintas dan 11 laporan pohon tumbang. Petugas juga turun dalam penanganan 4 kali bencana longsor dan satu kali banjir besar.

“Petugas kita juga menangani kabel melintang, kanopi roboh, gerbang terkunci sampai penanganan drone,” sebutnya.

Dadang mengungkapkan, Diskar PB tak hanya menangani masalah manusia saja. Contohnya pada tahun 2019, ada 296 kasus yang mengurusi masalah hewan, dimana laporan paling banyak adalah penanganan sarang tawon hingga 189 kali, mengatasi masalah kucing sebanyak 50 kali, 42 kasus ular berkeliaran di tengah masyarakat, dan 5 laporan untuk menangani masalah musang. Jumlah yang sama juga dilakukan penananganan kera di tengah permukiman warga.

“Ada laporan penanganan biawak dua kali, sekali mengatasi masalah burung. Lalu ada juga penanganan bunglon dan kukang,” tambahnya.

Laporan masalah warga Kota Bandung yang semakin beragam membuat Dadang bertekad untuk fokus meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) para petugas di tahun ini.

“Hal yang mendasar ini SDM. Kalau sarana dan prasarana bisa diakali, tapi kalau SDM ini kemampuannya yang harus kita tingkatkan. Kalau SDM sudah semakin profesional itu kita semakin mampu,” jelas Dadang.

Ia pun mengatakan, peningkatan kemampuan petugas Diskar PB Kota Bandung ini tak cuma untuk menangani laporan warga saja, tetapi juga untuk memaksimalkan edukasi yang diberikan kepada masyarakat.

“Penyuluhan kemudian simulasi. Karena kami tidak hanya pemadaman, ada juga penyelamatan. Ini kan macem-macem,” tandasnya.

Komentar

Total Komentar