BANDUNG, infobdg.com – Indonesia dinyatakan sebagai negara darurat narkoba sejak 2015 lalu. Kondisi ini tentu menjadi ancaman serius. Kendati berbagai upaya pencegahan terus dilakukankan oleh semua pihak, hingga kini status darurat narkoba masih belum hilang.

Demikian yang dipaparkan oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, dalam kegiatan “Asistensi Penguatan Relawan Narkoba dalam Menciptakan Bersih Narkoba (Bersinar) melalui Peran Tiga Pilar (TNI, Polri, Pemerintah Daerah)” pada Rabu (28/11) pagi, di Gedung Bhayangkara Bandung.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung sebagai perwujudan Pasal 25 ayat 1 dan 3 huruf D Peraturan Pemerintah No.17 tahun 2018 tentang kelurahan sebagai perangkat kecamatan, yang memiliki tugas dan fungsi untuk melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kecamatan, salah satunya adalah pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum.

Dalam upaya tersebut, selalu timbul gangguan yang dapat dipicu oleh berbagai hal, salah satunya adalah peredaran narkoba di tingkat kewilayahan. Oleh karena itu, BNN mengangkat tema “Optimalisasi dan Harmonisasi Pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di kota Bandung, melalui peran serta Tiga Pilar di tingkat Kelurahan (Lurah, BABINSA, BHABINKAMTIBMAS dan Puskesmas)” sebagai pembahasan kegiatan asistensi penguatan relawan narkoba ini.

Wali Kota Bandung, Mang Oded mengatakan, Kota Bandung termasuk ke dalam salah satu kota yang pengguna narkobanya terus meningkat di setiap tahun. Bahkan, rata-rata penggunanya masih dalam rentan usia 17 tahun ke atas.

“Khusus Kota Bandung, termasuk salah satu kota yang pengguna narkobanya terus meningkat. Setiap tahunnya, kasus ini terus mengalami kenaikan, dan sebagian besar justru korbannya berada dalam rentan usia 17 tahun ke atas,” kata Oded.

Berdasarkan data BNN Kota Bandung sampai akhir 2016, prevalensi pengguna narkoba di Bandung berada pada angka 1,49% dari angka 34,7 juta jiwa pengguna narkotika di Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas berbagai level pengguna.

Oded menambahkan, narkotika adalah musuh bersama, musuh kemanusiaan. Untuk itu, dalam memerangi narkoba ini, ia berharap, seluruh unsur aparatur kewilayahan dapat membangun sinergitas, kebersamaan, dan kolaborasi dalam memberantas narkoba kedepannya. Dengan begitu, upaya ini dapat menjadi hal yang bisa ditangani dalam memberikan dampak untuk mengurangi narkoba di Kota Bandung.

“Semua pihak harus saling bahu-membahu dalam memberantas narkoba di kota Bandung, mudah-mudahan ini menjadi hal yang bisa kita tangani dalam memberikan dampak mengurangi narkoba di kota Bandung,” tutur Oded.

Kegiatan asistensi penguatan relawan narkoba yang digelar BNN Kota Bandung ini juga dihadiri oleh Kepala BNN Indonesia, Komjen Pol Heru Winarko, Pangdam III Siliwangi, Mayjen Besar Harto Karyawan, Kapolda Jabar, Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, Kepala BNN Provinsi Jabar, Brigjen Pol Drs. Sufyan Syarif, Kepala BNN Kota Bandung, Yeni Siti Saodah, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Bandung, Pejabat Publik Kota Bandung, serta peserta Asistensi Penguatan Relawan Anti Narkoba dalam Menciptakan Kelurahan Bersinar yang terdiri dari Kecamatan, Kelurahan, BABINSA, BHABINKAMTIBMAS, dan Puskesmas.

Komentar

Total Komentar