MAJALENGKA, infobdg.com – Musim haji tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya menjadikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka sebagai pusat embarkasi dan debarkasi haji.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, dalam kegiatan Persiapan Operasional Ibadah Haji dan Penetapan BIJB Kertajati sebagai Bandara Embarkasi/Debarkasi Haji Tahun 1441H/2020M, bersama Menteri Agama RI, Fachrul Razi, Selasa (7/1), di BIJB Kertajati, Majalengka.

“Alhamdulilah pada satu setengah tahun kepemimpinan Kang Emil dengan saya, perjuangan menjadikan BIJB Kertajati sebagai embarkasi dan debarkasi haji ini segera terealisasi, ini luar biasa,” kata Uu.

Uu menuturkan, jemaah haji dari Jawa Barat setiap tahunnya selalu lebih mendominasi dibandingkan dengan provinsi lain. Oleh karena itu, pihaknya ingin agar Bandara Kertajati bisa menjadi pusat pemberangkatan jemaah haji, sekaligus umroh.

“Jemaah haji dari Jabar lebih banyak diantara provinsi yang lain, jadi nanti untuk warga Jabar pusat pemberangkatannya dari sini (Kertajati), termasuk juga umroh,” pungkasnya.

Rencananya, ketetapan ini akan dimulai pada musim haji Juni 2020. Sementara untuk umroh, Uu tengah berkoordinasi dengan Kementrian Agama untuk menetapkan segala urusan ibadah umroh ke Bandara Kertajati.

“Perjalanan umroh yang berdaulahnya kan Kemenag, artinya kalau Kemenag punya kemauan untuk diarah kesini (Kertajati), ya Insya Allah semua bisa dialihkan,” ucap Uu.

Seluruh persyaratan untuk menjadi tempat layak embarkasi haji telah diselesaikan. Sehingga ke depan, apabila ada pengecekkan dari pihak Arab Saudi, BIJB Kertajati sudah siap 100%.

Selain dimanfaatkan untuk keperluan ibadah, Uu mengatakan bahwa Bandara Kertajati bisa digunakan untuk kepentingan lain. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pun mengimbau seluruh ASN di wilayah Jabar yang akan melakukan perjalanan untuk memanfaatkan BIJB Kertajati.