BANDUNG, infobdg.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau tiga titik rawan banjir di Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Sabtu (17/10). Peninjauan dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab banjir dan menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Tiga lokasi yang ditinjau meliputi kawasan pangkalan ojek di Jalan A.H. Nasution dan Jalan Cilengkrang II, Kelurahan Palasari; sodetan banjir di Jalan A.H. Nasution RW 02, Kelurahan Cipadung; serta saluran drainase di RW 02 dan RW 03, Kelurahan Pasir Biru.
Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi warga yang disampaikan dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana pada 14–15 Oktober 2026.
Di Kelurahan Palasari, Farhan menyoroti persoalan banjir di sekitar pangkalan ojek. Penanganannya masih memerlukan kajian bersama bidang yang menangani daya rusak air agar solusi yang diterapkan sesuai dengan kondisi lokasi.
Selain perbaikan aliran air, Farhan meminta kawasan pangkalan ojek ditata agar lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.
Sementara itu, di Kelurahan Cipadung, warga mengusulkan penanganan sodetan banjir yang mengarah ke wilayah Panyileukan. Menurut laporan warga, banjir di kawasan tersebut telah terjadi sejak 2016.

Saat meninjau lokasi, Farhan bersama jajaran terkait memeriksa kondisi saluran, ketinggian lahan, serta posisi fondasi dan konstruksi di sekitar jalur aliran air.
Faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan kemungkinan rekayasa saluran. Pemerintah Kota Bandung perlu memastikan aliran air dapat berjalan optimal tanpa memindahkan persoalan banjir ke wilayah lain.
Hasil pemeriksaan lapangan akan menjadi bahan kajian untuk menentukan solusi teknis, termasuk kemungkinan pembangunan konstruksi pendukung.
Adapun di Kelurahan Pasir Biru, perhatian diarahkan pada drainase di RW 02 dan RW 03 yang tidak berfungsi optimal. Normalisasi saluran dinilai diperlukan untuk memperlancar aliran air.
Farhan mengatakan, pekerjaan tersebut berpotensi membutuhkan penggalian di sejumlah titik, termasuk area yang berdekatan dengan bangunan warga. Karena itu, pelaksanaannya perlu memperhitungkan kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat.
“Ini bakal banyak galian. Ini bakal kena bangunan juga. Ini bakal digali dulu sambil saya menyusun anggaran tahun depan untuk normalisasi,” ujar Farhan saat meninjau lokasi.
Pemerintah Kota Bandung menyiapkan penanganan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan teknis dan ketersediaan anggaran.
Ketiga lokasi tersebut memiliki persoalan berbeda sehingga membutuhkan pendekatan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Hasil peninjauan akan menjadi dasar bagi Pemkot Bandung untuk menentukan langkah lanjutan dalam mengurangi risiko banjir di kawasan Cibiru.***

