Sampah Organik Bandung Menggunung, Pemkot Targetkan 150 Ton Sehari Tuntas di RW

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan pengurangan sampah organik yang dibawa ke tempat pemrosesan akhir (TPA) hingga 20 persen. Target tersebut akan dicapai melalui penguatan pengolahan sampah dari tingkat kewilayahan, mulai dari program Gaslah hingga pembangunan kompos pit di setiap RW.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan penanganan sampah kini difokuskan pada tingkat hulu agar volume sampah yang harus diangkut ke TPA dapat ditekan.

“Untuk isu sampah memang tugas kami sekarang 100 persen di hulu. Kenapa? Karena untuk bisa mengurangi tekanan ke TPA, maka hulunya juga mesti dikontrol,” ujar Farhan, Kamis (15/10).

Salah satu upaya yang dijalankan adalah program Gaslah. Selain menangani sampah, program ini berperan mengedukasi masyarakat mengenai pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumbernya.

Saat ini, pengolahan sampah organik melalui program tersebut baru mencapai sekitar 70 ton per hari. Pemkot Bandung menargetkan kapasitasnya meningkat hingga 200 ton per hari.

Untuk mempercepat upaya tersebut, Pemkot Bandung juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa akan didorong membantu pemilahan dan pengolahan sampah di lingkungan masyarakat.

Farhan menyebutkan, uji coba pelibatan mahasiswa telah dilakukan di Kecamatan Arcamanik dan menunjukkan hasil positif. Model tersebut rencananya diterapkan di sejumlah wilayah lain.

“Percobaan di Arcamanik berhasil dengan sangat baik, maka kita akan replikasi di beberapa tempat lain,” katanya.

Selain mengoptimalkan program yang sudah berjalan, Pemkot Bandung berencana mendorong pembangunan kompos pit atau lubang pengolahan sampah organik di tingkat RW. Fasilitas ini dirancang berukuran sekitar 1 x 1 meter dengan kedalaman kurang lebih 2 meter.

Setiap RW direncanakan memiliki tiga kompos pit. Dengan jumlah sekitar 1.600 RW di Kota Bandung, kebutuhan fasilitas tersebut diperkirakan mencapai 4.800 titik.

Sampah organik yang telah dipilah warga nantinya dapat diolah melalui fasilitas tersebut sehingga tidak seluruhnya harus diangkut ke TPA.

“Tujuannya ke sana. Insyaallah target kita bisa mengurangi sampai 20 persen sampah organik yang dibawa ke TPA,” tutur Farhan.

Farhan menjelaskan, timbulan sampah Kota Bandung mencapai sekitar 1.600 ton per hari. Dari jumlah tersebut, Pemkot Bandung menargetkan sekitar 120 hingga 150 ton sampah organik dapat ditangani langsung di tingkat RW setiap harinya.

Sementara itu, sampah yang belum dapat diselesaikan di tingkat kewilayahan akan mendapatkan penanganan lebih lanjut. Strategi ini diharapkan mampu mengurangi beban pengangkutan sampah ke TPA sekaligus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Pemkot Bandung pun mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat, mahasiswa, dan pengelola wilayah, agar pemilahan serta pengolahan sampah dapat dilakukan secara berkelanjutan dari sumbernya.***

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat