Masih Banyak Anak yang Bolos Sekolah, Sekda Jabar Kerahkan Camat hingga Kades untuk Melacak

Berita Lainnya

BANDUNG, infobdg.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membentuk tim pemburu anak tidak sekolah (ATS) hingga tingkat desa dan kelurahan. Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman meminta camat, kepala desa, lurah, hingga kepala dinas turun langsung menelusuri penyebab anak tidak bersekolah.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap anak usia sekolah mendapatkan akses pendidikan. Menurut Herman, persoalan ATS tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Pendidikan, tetapi membutuhkan keterlibatan lintas sektor hingga tingkat pemerintahan paling bawah.

“Pekan depan kami akan mengundang semua camat di Jawa Barat. Selanjutnya, camat bersama lintas sektor akan mengedukasi kepala desa dan lurah se-Jabar. Kami bahkan akan membentuk tim pemburu anak tidak sekolah di desa,” kata Herman dalam Rapat Koordinasi Pendidikan di Dinas Pendidikan Jabar, Kota Bandung, Senin (12/10).

Herman menegaskan, penanganan ATS harus dilakukan dengan memahami kondisi setiap keluarga. Faktor ekonomi, tuntutan membantu pekerjaan orang tua, hingga disabilitas bisa menjadi penghambat anak mengakses pendidikan.

Karena itu, pemerintah diminta menawarkan solusi sesuai kebutuhan, termasuk melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan pendidikan kesetaraan Paket A, B, serta C dengan waktu belajar yang lebih fleksibel.

Herman juga meminta kepala dinas pendidikan kabupaten/kota tidak berhenti pada pendataan administratif, tetapi memastikan anak-anak tersebut mendapat kesempatan kembali belajar.

Jika persoalan tidak terselesaikan di tingkat kabupaten/kota, laporan harus diteruskan kepada Kepala Dinas Pendidikan Jabar. Herman bahkan menyatakan siap turun langsung untuk membantu menyelesaikan masalah di lapangan.

“Kalau kepala dinas kabupaten/kota tidak mampu menyelesaikan, laporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Jabar. Kalau belum mampu juga, laporkan kepada saya. Saya akan turun langsung,” tegasnya.

Ia menekankan, penanganan anak tidak sekolah merupakan tanggung jawab pemerintah yang harus dibuktikan melalui pendampingan keluarga dan solusi nyata, bukan sekadar target di atas kertas.***

Ikuti update artikel pilihan lainnya dari kami di WhatsApp Channel dan bergabung ke Komunitas WA Infobdg untuk berbagi informasi cepat