BANDUNG, infobdg.com – Ruas Jalan Diponegoro di depan Gedung Sate hingga kawasan Gasibu, Kota Bandung, resmi ditutup sementara mulai 30 April hingga 7 Agustus 2026. Penutupan ini dilakukan untuk mendukung proyek penataan dan integrasi kawasan Gedung Sate–Gasibu menjadi ruang publik yang lebih representatif. Selama proses berlangsung, Dinas Perhubungan Kota Bandung menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan skema rekayasa lalu lintas ini merupakan hasil koordinasi lintas instansi, mulai dari Dishub Jabar, Polda Jabar, Polrestabes Bandung, hingga pihak provinsi.
“Perencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi,” ujar Rasdian dikutip dari detikJabar.
Berikut skema pengalihan arus lalu lintas di sekitar kawasan Gedung Sate–Gasibu:
Dari arah timur/Jalan Surapati
Kendaraan yang biasanya lurus melintasi Jalan Diponegoro kini diarahkan belok kanan ke Jalan Sentot Alibasyah. Jika hendak menuju Jalan Ir. H. Juanda atau kawasan Dago, pengendara bisa melanjutkan melalui jalur Pasupati.
Dari arah utara
Arus kendaraan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, lalu menyebar ke Jalan Citarum, Jalan Cilaki, hingga Jalan Cimanuk.
Dari arah barat dan selatan
Pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, dan Jalan Cimanuk. Kendaraan dari arah barat ke timur tidak lagi bisa melintas lurus dan akan dialihkan ke Jalan Cilamaya di belakang Gedung Sate.
Akses ke Gedung Sate
Pengendara yang ingin menuju Gedung Sate bisa masuk melalui Jalan Majapahit yang kini diberlakukan dua arah.
Selain pengaturan arus, pemerintah juga menyiapkan pelebaran jalan di beberapa titik krusial seperti Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati dengan mengambil sebagian area trotoar untuk menambah kapasitas kendaraan. Penertiban parkir liar dan pengurangan titik putar arah juga akan dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan.
Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan dan menghindari kawasan Gedung Sate–Gasibu pada jam sibuk selama proyek berlangsung.


